Pesparani I Papua Selatan Ditutup, Guritno : Saya yakin semua ini bisa terjadi karena berkat pertolongan Tuhan.

0
Penutupan Pesparani I Katolik Provinsi Papua Selatan.

Penutupan Pesparani I Katolik Provinsi Papua Selatan.

Merauke,PSP – Perhelatan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik I Provinsi Papua Selatan resmi ditutup Rabu (8/10), di Gereja St. Yosep Bambu Pemali, Merauke.

Penutupan dilakukan secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua Selatan, Agustinus Joko Guritno, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Pesparani, bersama Uskup Agung Merauke, Uskup Asmat, dan Bupati Merauke juga Ketua MRP PRovinsi Papua Selatan.

Dalam sambutannya, Guritno yang mewakili Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo menekankan pentingnya momen Pesparani sebagai wujud pembinaan umat Katolik di provinsi yang baru dibentuk.

“Sebagai umat Katolik, kita dijaga oleh dua kepala di Provinsi Papua Selatan, yakni Keuskupan Agung Merauke dan Keuskupan Asmat,” kata Guritno.

Ia menyampaikan kegiatan Pesparani harus menjadi semangat baru bagi generasi muda Katolik dalam membangun iman dan kehidupan sosial keagamaan. Menurutnya, meskipun Papua Selatan masih merupakan provinsi baru berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2022, pemerintah berkomitmen untuk membangun sumber daya manusia, terutama dalam hal pembinaan umat beragama.

“Pesparani ini hendaknya menjadi awal dari semangat baru dalam membangun iman umat, baik di lingkungan gereja maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Guritno juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, Kantor Wilayah Kementerian Agama Kabupaten Merauke, serta semua pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan tersebut.

“Sebagai umat yang percaya, saya yakin semua ini bisa terjadi karena berkat pertolongan Tuhan,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pemerintah dalam membina masyarakat tidak dapat dipisahkan dari peran gereja. Karena itu, pemerintah akan terus bersinergi dengan seluruh denominasi gereja di wilayah Papua Selatan,” kata Guritno. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *