Dispar Merauke Berikan Pelatihan bagi Pemandu Wisata OAP di Kampung Sota

0
Benhur Rentandatu

Benhur Rentandatu

Merauke, PSP – Pemerintah Daerah (Pemda) Merauke melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Merauke memberikan pelatihan pemandu wisata khusus Orang Asli Papua (OAP) yang ada di kampung Sota beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Pariwisata, Benhur Rentandatu mengatakan pelatihan ini penting dilakukan bagi Sumber Daya Manusia (SDM) pelaku usaha pariwisata yang disiapkan dalam mendukung kampung Sota yang telah ditetapkan menjadi kampung wisata.

“ Apalagi kampung Sota ini salah satu kampung yang kita sudah tetapkan menjadi kampung wisata kategori rintisan di kawasan perbatasan selain kampung Rawa biru, Wasur dan Yanggandur. Pemerintah daerah melalui dinas pariwisata kami terus mendorong program dan kegiatan untuk mempersiapkan SDM pelaku usaha pariwisata yang ada di kampung-kampung yang sudah kita tetapkan menjadi kampung wisata,” katanya kepada sejumlah wartawan di Merauke, Kamis (11/9).

Benhur menjelaskan kondisi saat ini tidak seterusnya berjalan begitu saja tetapi bagaimana pihaknya mengantisipasi ketika kemudian kedepan Sota ini lebih berkembang dan SDM pelaku pariwisatanya telah disiapkan sejak sekarang.

“ Ada hal-hal yang bisa kita bangun misalnya kedepan kita bisa hadirkan wahana permainan air ataupun kebun binatang yang ada di sekitar disitu, orang yang datang kesitu memerlukan orang yang mendampingi, nah sekarang kita harus persiapkan mereka dengan baik dengan melatih mereka. Sehingga jangan sampai kemudian Sota sudah terbuka baru kita bingung kita punya masyarakat ini bagaimana, kita belajar dari tempat lain bahwa ketika pemerintah terus membangun pariwisata di tempat itu kemudian harusnya jauh-jauh hari SDM-nya itu harus dipersiapkan,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Benhur, setelah ini juga pihaknya akan melakukan pendampingan kepada perwakilan dari 4 kampung wisata ini untuk melakukan benchmark ke kampung wisata kategori mandiri. “ Ini kami harus bawa mereka kesana supaya kami belajar dari sana bagaimana sih yang dulu mereka sama dengan kita di Merauke kampungnya belum dilirik oleh siapa-siapa untuk dikunjungi kemudian mereka bisa sampai di titik kampung wisatawan kategori mandiri. Kita perlu belajar dari disitu cara mengelolanya potensi yang ada seperti apa, kemudian manajemennya seperti apa, kemudian yang tidak kalah penting adalah kebersamaan dalam kelompok kerja untuk mengelola kampung wisata ini sehingga bisa di titik kategori mandiri,” pungkasnya.[JON-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *