Dinas Pendidikan Papua Selatan Kucurkan Dana Otsus Rp 30 Milyar Lebih Bangun Asrama

0
Ignasius Babaga di Mindiptana saat melaporkan rencana pembangunan asrama di 4 kabupaten Papua Selatan dengan total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp 30 Milyar lebih.

Ignasius Babaga di Mindiptana saat melaporkan rencana pembangunan asrama di 4 kabupaten Papua Selatan dengan total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp 30 Milyar lebih.

Merauke, PSP – Dinas Pendidikan Provinsi Papua Selatan mengalokasikan anggaran dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas untuk pembangunan sejumlah asrama siswa di empat kabupaten wilayah Papua Selatan.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Selatan, Ignasius Babaga, saat kunjungan kerja di Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel, belum lama ini.

Menurut Ignasius, pembangunan asrama ini bertujuan mendukung peningkatan akses pendidikan bagi siswa asli Papua, khususnya yang berasal dari daerah-daerah terpencil.

“Dana Otsus ini kami prioritaskan untuk pembangunan fasilitas pendukung pendidikan, salah satunya adalah asrama siswa. Tujuannya agar anak-anak kita, terutama dari kampung-kampung, bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak selama menempuh pendidikan,” ujar Ignasius.

Adapun rincian anggaran pembangunan asrama tersebut adalah sebagai berikut:

•Asrama Putra-Putri Gereja Klasis Merauke – Rp3,8 Milyar lebih.

•Asrama Putra-Putri Keuskupan Katolik Merauke – Rp3,8 Milyar lebih.

•Asrama Putra-Putri Gereja Klasis Boven Digoel – Rp3,6 Milyar lebih.

•Asrama Putra-Putri Katolik Boven Digoel – Rp3,6 Milyar lebih.

•Asrama Putra-Putri Gereja Klasis Asmat – Rp5,5 Milyar lebih.

•Asrama Putra-Putri Katolik Asmat – Rp5,5 Milyar lebih.

•Asrama Putra-Putri Katolik Mappi – Rp3,8 Milyar lebih.

Total anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan tujuh asrama ini mencapai Rp 30 Milyar lebih.

Ignasius bilang, pembangunan asrama dilakukan melalui kerja sama dengan lembaga keagamaan sebagai mitra strategis dalam mendukung pendidikan di Papua Selatan.

“Selama ini, lembaga keagamaan banyak berkontribusi dalam mendidik generasi muda Papua, terutama di daerah-daerah yang belum terjangkau layanan pendidikan pemerintah. Karena itu, pembangunan asrama juga diarahkan kepada lembaga-lembaga tersebut sebagai bentuk penguatan kolaborasi,” jelasnya. Dinas Pendidikan berharap, keberadaan asrama-asrama ini dapat meningkatkan angka partisipasi sekolah, mengurangi angka putus sekolah, dan memperkuat kualitas pendidikan di wilayah Provinsi Papua Selatan. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *