Pemba Boven Digoel Gandeng Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Bahas Kemiskinan Ekstrem Di Boven Digoel
Masyarakat dan OPD saat mengikuti IGD penanganan kemiskinan ekstrem di aula kantor bupati.
Tanah Merah, PSP – Upaya percepatan penurunan kemiskinan ekstrem di kabupaten boven digoel. Pemerintah daerah Kabupaten Boven Digoel Bekerja sama dengan Sub-Direktorat Sosial Budaya SUPD Daerah III, Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri gelar Focus Group Discussion serta mempersiapkan Dokumen Indikator Penilaian Insentif Fiskal, kegiatan tersebut melibatkan seluruh kepala OPD dilingkup Pemda Boven Digoel yang berlangsung di Aula kantor bupati pada Jumat lalu.
Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Setda Boven Digoel, Drs. Jeffry Hanny Izaak Nirahua saat membacakan sambutan bupati, mengatakan kemiskinan ekstrem adalah masalah Multidimensional yang kompleks, dan merupakan tantangan besar bagi kita semua. ini bukan sekadar angka atau statistik, melainkan tentang realita kehidupan saudara-saudari kita, yang setiap hari berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar. Oleh karena itu pemerintah harus berkomitmen penuh untuk mengatasi masalah tersebut.
Lebih lanjut Jefry berujar, penanganan kemiskinan ekstrem tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Namun membutuhkan kolaborasi dan sinergitas dari semua pihak, antara lain pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan, media massa, dan tentu saja partisipasi aktif dari seluruh masyarakat. Pemerintah daerah harus bersama-sama membangun ekosistem yang mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya mereka yang berada dalam kondisi yang paling rentan.
“penanggulangan kemiskinan ekstrem adalah prioritas utama pembangunan daerah kita. kita tidak bisa berdiam diri melihat masih ada masyarakat kita yang hidup di bawah garis kemiskinan ekstrem. oleh karena itu, berbagai program dan kebijakan telah dan akan terus kita rancang, kita evaluasi, dan kita laksanakan secara terpadu,”pungkasnya.
Dijelaskan Jefry, Langkah konkret terus optimalkan untuk memberantas kemiskinan Ekstrim antara lain, akurasi data untuk memastikan data penerima manfaat adalah data yang akurat dan terverifikasi agar bantuan tepat sasaran. Langkah kedua, Pemberdayaan ekonomi yaitu dengan mendorong program-program pemberdayaan ekonomi masyarakat. pelatihan keterampilan, akses permodalan usaha mikro dan kecil, serta fasilitasi pemasaran produk lokal. Langkah ke Tiga akses layanan dasar yaitu dengan memperkuat akses terhadap layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, sanitasi, dan perumahan layak bagi kelompok miskin ekstrem. Dan langkah selanjutnya, program perlindungan sosial yaitu dengan mengoptimalkan penyaluran bantuan sosial. program keluarga harapan, dan jaring pengaman sosial lainnya. Serta langka terkait yaitu. Inovasi dan adaptasi, dengan terus mencari inovasi dan beradaptasi dengan kondisi lokal untuk menciptakan solusi yang efektif dan berkelanjutan. “Saya mengajak kita semua untuk memandang penanggulangan kemiskinan ekstrem ini sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial kita. mari kita satukan tekad, pikiran, dan tenaga. Mari kita jadikan setiap program, setiap kebijakan, dan setiap intervensi sebagai wujud nyata kepedulian kita terhadap masyarakat. Saya optimis, dengan kerja keras, kebersamaan, dan niat baik, kita mampu mencapai target untuk menghapus kemiskinan ekstrem di kabupaten boven digoel,”pungkasnya.[VER-NAL]
