189 Peserta Bertarung Jadi Tamtama TNI AD
Peserta calon tamtama TNI AD saat mengikuti seleksi di Makorem 174/ATW,kemarin. Foto: PSP/FHS
Mulai Tahun Ini, Ijazah SMP Tidak Bisa Lagi Daftar Tamtama
Merauke, PSP – Sebanyak 189 calon prajurit TNI AD gelombang I tahun 2022 bertarung ikut seleksi penerimaan Tamtama Prajurit Karier (PK) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat, Sub Panda Korem 174/ATW Merauke, Kamis (24/3).
Kaajenrem 174/ATW, Mayor Caj Godlif Yohanis mengatakan seleksi penerimaan prajurit kali ini bertujuan untuk meningkatkan kekuatan militer, khususnya TNI AD. Sebelumnya, calon peserta telah mendaftarkan diri secara online melalui website https://ad.rekrutmen-tni.mil.id yang dimulai dari tanggal 1 Januari hingga Maret 2022. Di sana peserta mengisi formulir pendaftaran serta melakukan daftar ulang secara fisik untuk di validasi di Kantor Ajenrem 174/ATW Merauke.
“Setelah verifikasi pendaftaran dan divalidasi, sebanyak 189 calon peserta yang dinyatakan memenuhi syarat dapat mengikuti rangkaian seleksi,” terang Kaajenrem, kemarin.
Rangkaian seleksi ini meliputi materi administrasi, kesehatan awal, Kesegaran Jasmani, mental ideologi, akademik dan psikologi pada saat memasuki seleksi panitia pusat (Panpus). Semua peserta sudah masuk ke tahap seleksi kesegaran jasmani.
“Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian seleksi, setelah para peserta melaksanakan pendaftaran secara online dan telah diverifikasi,” ungkap Sekretaris II Panitia Kegiatan Penerimaan Tamtama PK GEL I TNI AD ini.
Bila peserta lulus, mereka akan melanjutkan lagi sidang parade untuk menentukan calon yang dikirimkan mengikuti seleksi di pusat.
Mayor Caj Godlif menyebut, penerimaan prajurit tamtama (PK) mulai tahun ini sudah menggunakan ijazah SLTA/SMU sederajat. Ijazah SLTP/SMP sederjat sudah tidak bisa lagi, seperti tahun-tahun sebelumnya. Maka diharapkan para pemuda yang ingin mengabdikan diri melalui TNI AD untuk mempersiapkan diri diawali dengan ijazah SMU sederajat, sebagai salah satu persyaratan. Di tempat yang sama, Kasrem 174/ATW, Kol Inf Frits Wilem R. Pelamonia menegaskan, pelaksanaan seleksi ini dilakukan secara transparan, obyektif, dan bebas KKN. Hal ini bertujuan guna menunjang Korem 174 menjadi wilayah dengan predikat Wilayah Bebas Korupsi(WBK) dan Wilayah Birokrasi Bebas Melayani (WBBM), yang ditandai dengan penandatanganan pakta integritas beberapa waktu lalu.[FHS-NAL]
