Penyediaan Jaringan BTS di Wasur Kampung Terkendala Lahan
Merauke, PSP – Terkait penyediaan fasilitas jaringan (Base Transceiler Station) BTS 4G di wasur kampung, Manajer Telkomsel Cabang Papua dan Maluku, Petrus, melalui sambungan telepon menjelaskan,” untuk penyediaan fasilitas jaringan BTS 4G, tentu pihaknya telah melakukan survei di lokasi tersebut, namun ada kendala yang dihadapi yakni lahan yang menjadi target pembangunan tower bermasalah, karena tidak memiliki sertifikat tanah sehingga pihaknya masih terus bekerja sama dengan pihak dinas komunikasi dan informatika kabupaten merauke serta bersama pemerintah wasur kampung untuk bersama-sama mencari solusi terbaik,” kata dia, Kamis (24/2/22).
Ditambahkan oleh, Kabid Pengelolaan Infrastruktur dan TIK Dinas Kominfo Kabupaten Merauke, Thomas Kimko, S. STP, memang secara keseluruhan tanah di wilayah wasur ini tidak mempunyai sertifikat tanah, karena wilayah tersebut masuk pada taman nasional wasur, tetapi secara nasional kita mengakui itu, namun secara hak wilayat lahan tersebut milik masyarakat.
“Karena ini upaya yang dilakukan agar masyarakat bisa menikmati fasilitas jaringan, sehingga harus ada solusi untuk bagaimana jaringan ini bisa tersedia di wasur kampung. Dan juga jangan masyarakat hanya terkendala karena sertifikat tanah, tetapi juga bisa dengan satu surat dari (Lembaga Masyarakat Adat) LMA yang menyatakan bahwa hak wilayat ini milik masyarakat, sehingga melalui surat tersebut proses ini bisa berjalan,” tutur Thomas saat ditemui diruang kerjanya.
Dia juga menawarkan solusi, jika lahan yang diperuntukkan untuk masyarakat sesuai dengan ketentuan telkomsel, namun terkendala sertifikat tanah, kemungkinan kita cobah gunakan fasilitas umum seperti di lahan milik balai kampung, sekolah dan gereja, tetapi dengan catatan lahan umum sudah mempunyai sertifikat tanah, supaya secepatnya masyarakat bisa gunakan fasilitas jaringan ini.
“Semoga fasilitas jaringan ini bisa secepatnya dibangun, karena proses ini memang kami sudah upayakan dari tahun kemarin, dan juga kami sangat apresiasi dengan pihak telkomsel yang terus berupaya untuk segera menyediakan fasilitas jaringan BTS ini. Perlu kami sampaikan bahwa terkait dengan lahan kalau dari telkomsel tentu mereka membayar, jadi kemungkinan mereka akan sewa lahan untuk penggunaan jangka panjangnya sekitar 10 tahun,” pungkasnya. [RADE-NAL]
