Tidak Boleh Ada Miras Selama PON Digelar
Ketua harian PB PON Papua, Yunus Wonda Saat Tiba di Bandara Mopah Merauke. Foto: PSP/WEND
Merauke, PSP – Tidak boleh ada peredaran minuman keras (Miras) selama perhelatan PON berlangsung di seluruh klaster penyelenggaran, baik itu di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapuran, Mimika, maupun Merauke. Penegasan itu disampaikan Ketua Harian PB PON Papua, Yunus Wonda.
Untuk menertibkan itu, Yunus Wonda meminta kepada aparat penegak hukum agar mulai melaksanakan peraturan ini. “Kami minta juga untuk minuman keras, aparat kepolisian harus menindak tegas. Kami harap juga ditoko-toko yang jual minuman keras, tidak dibuka, semua harus ditutup,” tegasnya kepada awak media di VIP Bandara Mopah, Selasa (14/9/2020).
Yunus menambahkan, Miras akan dapat menimbulkan permasalahan yang muaranya akan dapat mengganggu gelaran PON Papua. Selain itu, dampak besarnya adalah akan dapat membuat citra buruk bagi atlet dan official dari luar Merauke.
“Sampai PON selesai, tidak boleh ada kelihatan ada anak-anak yang minum-minuman keras. Karena itu akan memicu persoalan-persoalan lain. Kita meminta kepada semua pihak, mari kita sukseskan PON,” tambahnya.
Yunus berharap, agar mulai pekan depan, instruksi ini mulai dilaksanakan dan disosialisasikan kepada masyarakat umum.
Sementara itu, dalam kunjungannya ke Merauke, Yunus menjelaskan bahwa pihaknya akan bertemu dengan Bupati Merauke selaku ketua Umum Sub PB PON dan seluruh panitia guna memastikan kesiapan PON di Merauke. “Kita mau ketemu dengan ketua umum Sub Merauke, pak Bupati, dengan semua bidang-bidang. Sejauhmana kesiapan yang sudah disiapkan, supaya kami bisa memastikan bahwa Merauke sudah aman. Saya juga akan memastikan kebeberapa vanue, kalau sudah klir, sehingga besok sudah bisa kembali, dan lanjut ke Timika,” pungkasnya.
[WEND-NAL]
