Bila Papua Lockdown, Suplai Peralatan, obat-obatan dan Oksigen Jangan Terhambat
Kepala dinas Kesehatan kabupaten Merauke, dr. Neville Muskita.
Merauke, PSP – Pemerintah provinsi Papua berencana meutupan akses keluar masuk masyarakat ke Provinsi Papua baik melalui jalur udara maupun laut selama bulan Agustus mendatang. Kebijakan tersebut ingin dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai Pandemi Covid-19.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Merauke, dr. Neville Muskita mengatakan rencana Lock down tersebut merupakan salah satu cara untuk menekan penyebaran Covid-19 terutama varian Delta yang telah masuk ke wilayah Papua khususnya kabupaten Merauke.
Dengan adanya lock down tersebut, diharapkan daerah bisa fokus mengatasi penyebaran Covid-19 di wilayahnya secara maksimal.
“Lock down itu salah satu cara untuk menekan arus masuk, sehingga mungkin kasus-kasus bisa berkurang. Dengan demikian kita punya kesempatan untuk bisa mengatasi situasi yang ada di internal dulu,” kata dr. Neville saat ditemui Papua Selatan Pos belum lama ini.
Hanya saja, lanjut dr. Neville, kebijakan tersebut perlu siapkan dengan matang, mengingat saat ini segala kebutuhan yang menyangkut penangan pasien Covid-19 di Merauke baik itu peralatan medis, obat-obatan dan oksigen didatangkan dari luar Papua, sehingga hal tersebut perlu diperhatikan.
“ Rumah-rumah sakit sudah penuh dengan pasien Covid, dimana pasien dengan kategori sedang dan berat yang sedang dalam perawatan membutuhkan peralatan, obat-obatan dan oksigen yang memadai. Kalau ditutup, suplainya bagaimana, itu yang harus jadi pertimbangan,” jelasnya.
Lebih lanjut dr. Neville mengatakan jika hal tersebut tidak diperhatikan bisa mengakibatkan penangan terhadap pasien Covid-19 tidak maksimal.
“ Jangan sampai menutup, terus kemudian suplay oksigen, obat-obatan yang dibutuhkan untuk pasien atau alat-alat misalnya kita kurang ventilator atau oksigen dan sebagainya itu jadi kurang, sehingga penanganan kita kepada pasien jadi tidak memadai,” pungkasnya.[JON-NAL]
