Pengosongan Rumah Dinas, Bupati Romanus: Harus Rasional dan Proporsional
Bupati Romanus
Merauke, PSP – Bupati Merauke Romanus Mbaraka meminta agar para Mantan Wakil Bupati atau pihak terkait yang masih tinggal rumah dinas di kawasan Gedung Negara untuk berfikir secara rasional dan proporsional. Ia meminta, agar mantan pejabat secara jentelmen tidak lagi menempati tampat tinggal yang seharusnya sudah bukan menjadi haknya.
“Untuk abang-abang atau teman-teman mohon pengertian, tidak boleh iri hati disini. Itu logikanya logika kecil. Itu tidak boleh, harus gentlemen. Yang punya Negara punya Negara, yang punya kita punya kita. Saya suka untuk koordinasi, tapi karena harus rasional, proporsional. Saya menita pengertian saja, tidak boleh ada yang berfikir dengan logika iri hati, logika benci, logika suka tidak suka. Harus terima dengan lapang dada sebagai sorang aparatur sipil senior,” tegasnya, Jumat (18/6/2021).
Ia menjelaskan bahwa, ia hanya inggin melakukan penataan terhadap kawasan milik Negara. Agar kedepan, menjadi aset Negara dengan kondisi dan stastus yang jelas sesuai peruntukannya.
Menurtnya, kedepan kawasan gedung Negara akan diperuntukan bagi para pempimpin daerah. Pasalnya, ia menyesalakan akan kondisi dimana untuk rumah dinas wakil Bupati, Pemerintah daerah selalu melakukan penyewaan.
“Masak dari turunan ke turunan kita sewa terus rumah untuk Bupati, Wakil Bupati, Sekda,” sebutnya.
Selain itu, Ia menilai bahwa seyogianya sebagai mantaan pejabat mengerti peraturan didalam pemerintahan. Tidak mencampur adukan persoalan pribadinya dengan persoalan pemerintahan.
“Kalu kita bilang kita mantan pejabat, bukan berarti kita harus tinggal di Rumah dinas. Kan semua pernah diklat kepemimpinan. Semua pernah pra jabatan, harus mengerti prosendur standar kenegaraan,” ketusnya. Sementara berkaitan dengan hasil usulan DPRD, ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan waktu sampai dengan Desember. “Kalau sampai Desember tidak, karena kita akan melakukan kajian untuk segera dikosongkan,” Pungkasnya. [WEND-NAL]
