BAN PAUD PNF Papua Sosialisasikan Akreditasi

0
Sosialisasi Akreditasi PAUD

Sosialisasi Akreditasi PAUD. Foto: PSP/WEND

Merauke, PSP – Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal Provinsi Papua mensosialisasikan akreditasi lembaga pendidikan tingkat PAUD se- Kabupaten Merauke. Kegiatan ini merupakan agenda rutinan yang setiap tahunya dilakukan.

Kepala BAN PAUD Provinsi Papua, Siti Amanah mengatakan bahwa kegiatan ini perlu dilakukan guna membekali para pengelola lembaga PAUD dan Lembaga Nonformal dalam mempersiapkan proses akreditasi yang sedianya tahun ini akan dilaksanakan.

“Kami menginformasikan, mensosialisasikan kebijakan dan mekanisme Badan Akrditasi Paud. Kami juga mensosialisasikan bagaimana teknis teman-teman asesi untuk menginput atau membuka sistem akreditasi untuk mengisi persyaratan umum, persyaratan khusus, dan mengisi 8 standar,” terangnya di Aula SMAN 1 Merauke, Rabu (2/6/2021).

Dalam konteks Meruake yang sebagian besar sekolah PAUD belum memiliki fasilitas yang memadai, menurut Amanah tidak menjadi persoalan yang berarti dalam proses akreditasi. Menurutnya yang terpenting adalah kreatifitas dan keterampilaan seorang guru dalam mentransformasikan pendidikan kepada anak didiknya.

“Terkait sarana prasarana kita melihat didaerah-daerah pinggiran sebenarnya untuk akreditasi tidak ada masalah. Karena dengan perform ini menolong kita. Kita tidak perlu sarana-prasarana, alat edukatif, kita tidak perlu barang-barang yang dari toko. Disini ada krikil, tumbuhan, dan kita menggunakan benda-benda yang betul-betul bisa kita manfaatkan. Sehingga dibutuhkan kreatifitas seorang guru,” katanya.

Sejalan dengan itu, Bunda PAUD Kabupaten Merauke, Imelda Carolina Laode Mbaraka mengatakan bahwa pihaknya juga akan mendukung dan mengupayakan agar ada peningkatan lembaga pendidikan ditingkat PAUD. “Dalam waktu dekat kita akan membentuk Pokja PAUD. Kita akan mengundang dinas-dinas terkait, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan supaya kita begaimana membentuk pokja holistik yang terintegrasi yang didalamnya lengkap. Dari sisi kesehatannya, dari sisi psikologisnya. Sehingga kita punya anak-anak ini punya pendidikan yang komplit,” ujarnya dalam kesempatan yang sama. [WEND-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *