Mulai Hari Ini, Bulog Merauke Serap Beras

0
Romanus Mbaraka

Romanus Mbaraka

Merauke, PSP – Setelah sebelumnya menyatakan akan membeli hasil penen petani dalam bentuk gabah, akhirnya mulai hari ini, Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Drive Merauke, akan kembali menyerap dalam bentuk Beras. 

Kebijakan ini merupakan hasil komunikasi Bupati Merauke kepada Bulog dengan meminta secara khusus agar keputusan nasional itu tidak diberlakukan di Merauke.

“Kita puji Tuhanlah, bahwa Merauke akan dibeli beras, jadi tidak dibeli gabah. Pusat tinggal memberikan aturan, tapi secara lisan, sudah disampaikan. Dan ini Dolog akan tindaklanjuti,” tegas Romanus, di Bapeda, Selasa (26/5/2021).

Sejalan dengan Bupati Romanus, Kepala Bulog Merauke, Inung Tri Afandi membenarkan informasi ini. Menurutnya, Bupati Romanus telah berkomunikasi dengannya dan mengatakan bahwa mulai hari ini pihaknya akan kembali membeli beras. “Ya sudah mulai besok (red: Kamis (27/5)) sudah beras lagi,” katanya melalui sambungan telepon, Kamis (26/5/2021).

Sementara terus melakukan penyerapan kepetani disekitar Merauke, Inung memastikan bahwa pihaknya juga terus melakukan pengiriman kebeberapa daerah diluar Merauke.

“Ya sambil jalan, sambil masuk, kita juga keluarkan. Ini lagi muat ke Sorong, Jayapura, dan Timika. Total space yang dikasi kemarin sekitar 1.250 ton. Sedangkan kapasitas tol laut ini kan 1.500. Ada swasta kemarin muat, terus dikasih kekami. Di belakangnya lagi ada 1000, ngak tau nanti kapan dibuat, untuk move ke Timika,” tambahnya.

Adapun kebijakan pembelian beras ini, menurut Inung secara khusus hanya diberlakukan di Kabupaten Merauke. Menginggat, Merauke sebagaimana hajatnya, dijadikan sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Sementara terkait keputusan pembelian gabah yang diberlakukan belum lama ini dilakukan dengan pertimbangan karena gabah memiliki daya tahan yang lebih baik apabila disimpan salam waktu yang lama. “Kan ini juga lagi dibahas juga di Pusat terkait, kondisi Bulog saat ini. Makanya kemarin untuk menghindari disposal stok nasional, kerusakan beras biar ngak bertambah lagi, makanya kemarin pusat pengadaannya dalam bentuk gabah. Biar masa simpannya lebih lama, sambil menunggu keputusan pemerintah,” pungkasnya. [WEND-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *