Belum Lama MOU, PLI Langsung Lakukan Seleksi
Papua Language Institute. Foto: PSP/JON
Merauke, PSP – Setelah beberapa waktu lalu melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah daerah kabupaten Merauke, Papua Language Institute (PLI) langsung melaksanakan seleksi untuk menjaring putra-putri Merauke terbaik yang akan akan studi ke luar negeri.
“ Setelah kita melakukan MOU, kami telah mengumumkan untuk menerima anak-anak tamatan SMA yang ingin melanjutkan S1 dan tamatan S1 untuk lanjutan S2 di luar negeri,” kata CEO PLI Samuel Tabuni kepada awak media di SMA Negeri 1 Merauke, Kamis (20/5).
Dikatakan Samuel, PLI nantinya akan melakukan program persiapan selama satu tahun bagi putra-putri Merauke yang disiapkan untuk menimba ilmu ke luar negeri.
“ Dimana PLI dipercayakan sebagai lembaga yang nantinya akan mengurus dan menyiapkan selama 1 tahun untuk studi ke luar negeri,” ucapnya.
Untuk itu, pihaknya terlebih dahulu melakukan seleksi, dimana seleksi tersebut dilakukan 2 tahap.
“ nah itu ada proses, dimana tahapan pertama adalah seleksi. Seleksi ini terdiri dari 2 tahap yaitu pertama tertulis dan interview,” jelasnya.
Sementara itu di tempat yang sama, Direktur Manager PLI Dr Korinus Waimbo menjelaskan, salah satu pelatihan yang nantinya diberikan yaitu pola belajar yang diterapkan di masing-masing negara tujuan studi.
“ Program ini merupakan program persiapan , jadi siswa-siswa ini akan dikirim ke Jayapura untuk di training. Jadi persiapan selama 1 tahun kami mempersiapkan bagaimana anak ini menghadapi pola belajar di luar negeri,” jelasnya.
Untuk seleksi ini, jumlah peserta yang mengikuti seleksi tersebut kurang lebih sebanyak 150 peserta.
“ Untuk S1 itu sekitar 104 dan 40 lebih itu S2 yang ikut dan itu hanya satu minggu pendaftaran dibuka. Jadi kami melihat antusias dari siswa sendiri disini itu sangat besar sekali,” tambahnya.
Ditargetkan, minggu depan pengumuman siswa terpilih untuk mengikuti program persiapan untuk studi ke luar negeri sudah dapat dilakukan sehingga bulan Juni sudah mulai bisa melakukan training. “ Satu minggu kedepan kami akan mengumumkan hasilnya setelah berdiskusi dengan pak Bupati. Target kami itu 1 Juni sudah mulai kelas,” pungkasnya.[JON-NAL]
