Harmini: Perkebunan Sawit Tak Pengaruhi Sumber Daya Air
Ir. Harmini, M.Si
Merauke, PSP – Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Harmini mengatakan bahwa perkebunan sawit miliki perusahaan swasta yang tersebar di tiga distrik, Muting, Ulilin, dan Eligobel tidak akan mempengaruhi sumbar daya air diwilayah sekitar.
Sebagaimana pandangan sebagian masyarakat yang menilai bahwa tanaman sawit merupakan tanaman yang rakus akan air. Sehingga berkemungkinan akan mempengaruhi ketersediaan air disuatu wilayah dalam jangka panjang.
Namun demikian, menurut Harmini, seluruh perusahaan perkebunan sawit telah menyertakan analisis dampak lingkungan (Amdal) pada saat pengajuan perizinan. Yang mana, penempatan sawit disekitar Mulibel telah sesuai dan tidak akan memiliki berpengaruh terhadap keberlangsungan sumber daya air.
“Sawit itu menggunakan air yang sangat tinggi. Namun dari hasil penjelasan penelitian dosen dari Unpad, yang mengatakan apabila sawit dikelola, ditanam ditempat yang sesuai, maka tidak berpengaruh terhadap lingkungan. Oleh karena itu, dipengelolaan lingkungannya itu ada hal-hal yang boleh dilakukan dan tidak,” ujarnya di Kampung Bower, Distrik Eligobel, Senin (19/4/2021).
Ia menambahkan bahwa setiap perusahaan harus memiliki menjaga nilai konserfasi sumber daya air, dan sumber daya alam. Sehingga, tidak semua wilayah bisa digunakan sebagai lahan perkebunan sawit.
“Sawit kalau dikembangkan ditempat yang cocok tidak akan bermasalah. Tapi kalau sawit dikembangkan di Distrik Merauke akan bermasalah dengan penggunaan air. Artinya, sesuai dengan zona perkebunan, sudah cocok di Distrik Muting, Ulilin, dan Eligobel,” terangnya.
Sementara itu, Harmini menuturkan bahwa telah diberlakukan moratorium terhadap pengembangan dan perluasan lahan sawit di Merauke. sehingga, tidak akan ada lagi pembukaan hutan bagi perkebunan sawit.
“Kalau sekarang kan memang sudah tidak bisa dikembangkan lagi, yang sudah ada itu saja. Kan sudah ada moratorium, jadi memang sudah tidak ada pembukaan sawit lagi,” tuturnya.
Sementara kebun sawit yang telah beroperasi di Kabupaten Merauke, menurut Harmini setidaknya total tidak sampai 200 hektar. “Sekitar 150 hektar, tapi saya lupa pastinya. Yang jelas ada IJS, APMS, ACP, Dogeng Prabawa, PCA, dan Bia,” pungkasnya. [WEND-NAL]
