Persatuan Petani Milenial Kembali Kirim 100 Ton Beras Ke Timika dan Jayapura
Beras hasil petani milenial dimuat ke kontener untuk dibawa ke Timika dan Jayapura. Foto: PSP/ERS
Selain Mandiri Memasarkan Beras, Persatuan Petani Milenial Melakukan Terobosan Baru dengan Menciptakan Alat Pengering Gabah Berbahan Bakar Sekam dan Kayu
Merauke, PSP – Persatuan Petani Milenial (PPM) Merauke kembali mengirim beras hasil tani mereka ke wilayah Timika dan Jayapura, Rabu (24/3) melalui moda transportasi laut yang di subsidi pemerintah.
PT. Orat Logistik menjadi pelaksana pengiriman beras – beras Merauke keluar daerah.
Dimana, sebelumnya pemasaran beras hasil tani millenial Merauke ini sudah dilakukan sejak tahun 2018 lalu.
“Kali ini 50 ton ke Timika dan 50 ton ke Jayapura. Setiap bulan ada permintaan juga dari Timika sebanyak 200 ton dan ini sudah berjalan selama 3 tahun,” jelas Ketua PPM Merauke A. Manullang di sela – sela muat beras ke kontener Pelabuhan Merauke.
Kata Manullang, upaya pengiriman karena adanya permintaan dari wilayah luar dipastikan bertujuan guna membantu pemerintah dan meningkatkan kesejahteraan petani. “Kami berupaya membuat poros baru pangsa pasar bebas, sehingga petani tidak selalu mengacu dan menjual hasil beras ke bulog. Disini ada haluan baru membuat hasil petani bisa terjual,” ujar Manullang.
Manullang melanjutkan, dengan adanya program pemerintah yakni tol laut menggunakan kapal Pelni, beras – beras kepunyaan Merauke dapat dikirimkan dengan biaya terjangkau.
“Bagi kami program tol laut ini memiliki 2 keuntungan yang sedianya boleh dirasakan masyarakat di Papua, diantaranya penyerapan beras di Merauke dapat teratasi dan dengan adanya produk lokal otomatis harga beras di pulau papua menjadi terjangkau sebab biaya akomodasi sangat murah,” kata dia.

Manullang menambahkan, Persatuan Petani Milenial di Merauke, bisa menjadi wadah berdiskusi dan mencari solusi tanpa ada kepentingan pribadi, golongan maupun politik.
“Kami hanya membantu permasalahan pertanian di wilayah Merauke, Persatuan Petani milenial merupakan bagian yang terdiri dari petani , anak muda milenia yang inovatif, mahasiswa, anggota DPRD dan dinas terkait dibidang pertanian,” ungkapnya.
Untuk diketahui, Persatuan Petani Milenial sudah melakukan terobosan dengan membuat inovasi guna memaksimalkan pasca panen dengan menciptakan pengering (bed drayer) berbahan bakar sekam dan kayu. “Sudah 5 unit drayer dan 2 unit bed drayer kapasitas 15 sampai 30 ton dan 3 unit drayer skala 5 sampai 10 ton. Kami menargetkan jika semua kampung di Merauke memiliki pengering kemungkinan besar permasalahan utama dengan kualitas bisa teratasi,” pungkasnya. [ERS-NAL]
