Unjuk Rasa Minta Akomodir OAP Jadi Rektor Unmus
Forum Solidaritas Pemerhati Mahasiswa di sekretariat pembentukan PPS. Foto: PSP/ERS
Merauke, PSP – Forum Solidaritas Pemerhati Mahasiswa, Pemuda dan Masyarakat Papua di lapangan sekretariat Pembentukan Provinsi Papua Selatan melakukan aksi unjuk rasa menuntut pemilihan Rektor Universitas Musamus (Unmus) Merauke mengakomodir calon orang asli Papua dalam pelaksanaan senat yang nantinya akan dilaksanakan.
Nampak, sekolompok mahasiswa dan pemuda itu membentangkan spanduk yang salah satu isinya menolak rektor Unmus yang bukan orang asli Papua.
Dalam aksi demo itu juga, sekolompok mahasiswa dan pemuda menuliskan agar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI melakukan pemeriksaan di Universitas terbesar di Papua Selatan itu.
Koordinator Lapangan Aksi Nikolaus Wedua mengatakan, terkait dengan tuntutan itu, pihaknya juga telah melayangkan surat ke DPRD Merauke agar baik kiranya dilakukan rapat membahas pencalonan rektor Unmus yang harus orang asli Papua.
“Kami berharap surat yang kami masukkan ke DPRD seminggu lalu direspon untuk audiens mengenai ini,” ujar Nikolaus.

Dikatakan Nikolaus, orang asli Papua di wilayah selatan sudah memiliki insan yang bergelar doktor yang dipastikam mampu memimpin Universitas Musamus.
“Maksud berdirinya Unmus ini kan mengembangkan pendidikan dan SDM di wilayah ini, maka dari 8 orang bergelar doktor yang kami dapat , 4 orang diantarnya akan kami ajukan agar ikut senat. Kami belum bisa menyebut siapa – siapa yang kami ajukan, tapi kami akan hantarkan mereka untuk mencalonkan diri nantinya,” tegas Nikolaus.
Sebelumnya, Plt. Rektor Universitas Musamus Merauke Maria Veronica Herdjiona mengatakan tidak ada masalah disaat orang asli Papua mencalonkan diri dan menjadi rektor Unmus
“Ya tidak papa kalau sesuai aturan dan prosedur,” kata Maria.
Kata Maria, hingga kini pun belum ada pengumuman tentang pendaftaran untuk pelaksanaan senat.
“Belum ada yang mendaftar, Jadi belum ada, pengumuman nya aja belum,” kata Maria.
Sekretaris DPRD Merauke Agustinus Djoko Guritno,M.Si saat dikonfirmasi mengenai surat yang dilayangkan para mahasiswa, mengatakan sudah langsung menyerahkan nya ke Ketua DPRD Merauke. “Surat sudah masuk, sudah saya sampaikan ke ketua. Yang berwenanf menentukan jadwal pimpinan dewan, tapi sudah kami sampaikan,” ujar Sekwan. [ERS-NAL]
