Di Tambang Emas Kawe, 35 liter Bensin Ditukar 6 sampai 7 Gram Emas
Pengiriman BBM Jenis Bensin Melalui helokopter.Foto: PSP/VER
Tanah Merah, PSP – Belakangan ini marak bisnis penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium (bensin) ke lokasi Tambang Emas Kawe di Kampung Kawe, Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang. Karena harganya sangat tinggi, banyak pengusaha berlomba untuk menyalurkan bensin tersebut ke lokasi tambang.
para pengusaha menyalurkan BBM tersebut melalui Tanah Merah, karena aksesnya yang lebih mudah dan dekat. Tidak tanggung-tanggung, sekali pengiriman ke lokasi tambang baik melalui Longboat maupun Helikopter bisa mencapai ratusan Jerigen berukuran 35 liter. Konon katanya, bensin tersebut tidak dibayar dengan uang melainkan dibarter atau ditukar dengan emas.
Saat dikonfirmasi ke beberapa pihak soal ijin penyaluran ataupun harga BBM, mereka tidak mengetahui. Mereka beralasan bahwa mereka tidak memiliki kewenangan, dan menyarakan agar bertanya ke para pengusaha tersebut.

Kepala Bidang Umum Administrasi dan Humas Koperasi Kawe Senggaup Maining, Oktofianus Maday saat dikonfirmasi tidak menapik terkait dengan pengiriman Bensin ke lokasi tambang.
Terkait dengan izin penyaluran BBM tersebut, Oktofianus mengatakan pihaknya tidak mengetahui secara pasti, karena Koperasi hanya memberikan surat keterangan jalan masuk ke lokasi tambang.
Oktofianus pun tidak bisa menyebutkan dari mana para pengusaha mendapatkan bensin tersebut. Okto hanya menyarankan agar bertanya langsung ke pengusaha tersebut. Sementara terkait dengan surat izin pengiriman BBM dan lainnya ia menyarankan untuk mengkonfirmasi ke Ketua Ikatan Mitra Usaha Kawe Senggaup Maining (IMUKSIN).
“Sesuai dengan pengamatan saya, pengiriman BBM ke lokasi tambang baik melalui Helipet maupun Pelabuhan, surat izinnya itu di buat oleh pengusaha sendiri. Kita tidak punya wewenang untuk sampai ke sana, kita hanya buat surat jalan,”pungkasnya.

Sementara salah satu Tokoh Masyarakat Adat Kabupaten Boven Digoel yang enggan dikorankan namanya, mengungkapkan pengiriman BBM ke lokasi tambang selama ini terus dilakukan oleh pihak-pihak pengusaha. Dirinya ditugaskan di pelabuhan hanya untuk memantau masyarakat yang naik turun ke lokasi tambang. Sementara untuk pengiriman BBM apakah memiliki surat Izin atau tidak, Lukas katakan tidak memiliki kewenangan.
“Kalau pengiriman BBM ini hampir setiap hari biasanya lewat Longboat. Ini bisa muat sampai 50 Jarigen ukuran 35 Liter. Kalau sesuai dengan cerita satu Jerigen ukuran 35 Liter kalau ditukar dengan emas itu bisa 6 sampai 7 Gram,” ujarnya saat ditemui di pelabuhan Tanah Merah, 18/3/2021. Sementara Media ini sempat mencoba untuk menghubungi Sekertaris Imuksin melalui telephone selulernya namun, tidak terhubung. Demikian pula saat berupaya mendatangi kediaman Ketua IMUKSIN, tetapi tidak dapat dijumpai karena beliau lagi keluar. [VER-NAL]
