Kopi Muting Sudah Diperkenalkan ke Manca Negara
Pilot, Stevano memperlihatkan kopi Muting di dunia Eropa. Foto: PSP/FHS
Merauke, PSP – Seribu jalan menuju Roma. Itulah peribahasa yang menggambarkan perjuangan keras oleh pemilik cafe Rumah Kopi D’Waroeng (RKD) dalam membantu petani kopi di Muting, Kabupaten Merauke. Kini kopi yang sudah sempat puluhan tahun tak ada kabarnya, ternyata sudah sampai ke manca negara.
Pemilik café RKD, Jasman Tristanto mengemukakan, kopi produk lokal Merauke itu sudah tiba di Guadalest Castle, Alicante, Spain, yang dibawa oleh Stevano, seorang pilot di salah satu perusahaan maskapai penerbangan di Indonesia. Karena memang, sejak melakoni profesinya di Papua, tepatnya di Merauke, pria bule itu penikmat kopi dan sering berkunjung ke RKD sejak tahun 2018 lalu. Ia sering mampir bersama rekan kerjanya untuk menikmati suasana maupun sajian RKD.
“Kami bersyukur di hari jadi Merauke ke-119, kopi Muting dapat dinikmati di negara Eropa,” beber Jasman, kemarin.
Saat pertama kali dikenalkan ke masyarakat umum, Stevano dan beberapa rekan kerjanya mengaku, jika kopi Muting olahan RKD memiliki cita rasa tersendiri. Kopi Muting merupakan kopi lokal asli Kabupaten Merauke. Mereka semakin susah melupakan rasa kopi Muting, setelah sering membeli kopi Muting untuk dikonsumsi sendiri.
“Inilah yang membuat Stevani memutuskan kopi Muting RKD sebagai oleh-oleh untuk temannya yang berada di Spain,” cerita Jasman, usai menerima foto dan viceo call dengan pria bule yang sedang berlibur di Eropa itu.
Jasman menyebut, dengan semakin meluasnya pemasaran kopi Muting, diharapkan bisa membantu perekonomian petani kopi Muting. Sebab, sudah puluhan tahun, tanaman mereka (kopi,red), ibarat sudah mati suri, lantaran tidak bisa dipasarkan.
“Semoga ke depannya, kopi lokal ini, semakin dikenal lagi dan menjadi salah satu produk unggulan. Dengan demikian, upaya petani dalam menjaga kelestarian kopi di Merauke, tidak sia-sia,” pungkasnya. Salah satu petani kopi asal Muting, mengapresiasi Kapolsek Muting maupun café RKD , yang sudah bisa menjawab impian mereka selama ini. “Terimakasih kami ucapkan, semoga kita bisa bersama-sama mengangkat martabat petani kopi di Merauke ini,” katanya penuh bangga.[FHS-NAL]
