Loka POM Merauke Intensifkan Pengawasan Pangan dan Takjil Jelang Idul Fitri

0
Intensifikasi takjil yang dilakukan Loka POM Merauke

Stok telur di Merauke cukup penuhi permintaan hingga Lebaran dan Paskah

Merauke, PSP – Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Merauke mengintensifkan pengawasan distribusi pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan ini dilakukan bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Merauke.

Kepala Loka POM Merauke, Minarto, mengatakan pengawasan dilakukan mulai dari distributor, supermarket, minimarket hingga kios-kios kecil.

“ Kegiatan ini sudah berjalan sejak minggu kemarin dan akan terus dilakukan hingga satu minggu setelah Lebaran,” ujarnya kepada wartawan disela intensifikasi di salah satu distributor pangan di Merauke, Selasa (24/2).

Ia menjelaskan, pengawasan bertujuan memastikan para distributor dan penjual hanya memasarkan produk yang aman, bermutu, tidak kedaluwarsa serta menjaga kebersihan lokasi dan gudang penyimpanan.

“ Kami harapkan produk-produk makanan yang beredar di Kabupaten Merauke aman, bermanfaat, memiliki izin edar dan masa kedaluwarsa yang masih cukup,” katanya.

Dari hasil pengawasan sementara, pihaknya masih menemukan beberapa pelanggaran ringan, terutama terkait kebersihan dan penataan produk. Beberapa kios dan minimarket masih mencampur produk pangan dengan barang lainnya serta penataan etalase yang kurang rapi.

“ Ini kita cegah supaya teman-teman di kios, sarana di etalasenya dipajang dengan baik dan rapi, itu yang masih kemarin ketemuan,” jelasnya.

Selain pengawasan distribusi pangan, Loka POM Merauke juga melakukan pengawasan takjil selama Ramadan dengan memanfaatkan mobil laboratorium keliling. Pengujian dilakukan terhadap makanan siap saji seperti es, gorengan dan produk lainnya menggunakan test kit untuk mendeteksi empat bahan berbahaya, yakni boraks, formalin, metanil yellow dan rhodamin B.

“ Kegiatan ini sudah mulai kami lakukan, termasuk di lokasi yang ramai seperti Masjid Raya,” tambahnya. Minarto berharap seluruh produk takjil yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi baik, bersih, higienis dan tidak mengandung bahan berbahaya yang dilarang.[JON-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *