Hipertensi dan Komplikasi Mengintai, JKN Jadi Penopang Pengobatan Endang di RSUD Merauke
Endang Astutik (43)
Merauke, PSP – Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi salah satu penyakit tidak menular yang kerap luput dari perhatian masyarakat karena gejalanya sering kali tidak disadari sejak awal. Padahal, kondisi ini dapat memicu berbagai komplikasi serius apabila tidak ditangani secara tepat dan berkelanjutan. Melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan, masyarakat kini memiliki akses yang lebih luas terhadap layanan kesehatan, termasuk untuk pengobatan penyakit kronis seperti hipertensi.
Hal inilah yang dirasakan langsung oleh Endang Astutik (43), salah satu peserta JKN yang telah beberapa kali menjalani pengobatan di RSUD Merauke. Endang mengaku telah cukup lama berjuang mengendalikan tekanan darahnya yang tidak stabil. Dalam proses pengobatannya, ia secara rutin memanfaatkan layanan kesehatan berjenjang yang dimulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama.
“Saya selalu berobat di RSUD Merauke, rujukannya saya dapat dari Puskesmas Kumbe. Awalnya itu saya berobat ke Poli Jantung, kemudian setelah melalui berbagai pemeriksaan ternyata saya juga mengalami gejala kista. Jadi kondisi saya ini bisa dibilang sudah seperti komplikasi,” ungkapnya saat ditemui di RSUD Merauke.
Ia menjelaskan bahwa hipertensi yang dialaminya memerlukan pemantauan secara berkala oleh tenaga medis. Berbagai pemeriksaan penunjang pun harus dijalani untuk memastikan kondisi kesehatannya tetap terkendali dan tidak berkembang menjadi penyakit lain yang lebih serius. Dalam situasi tersebut, keberadaan Program JKN dinilainya sangat membantu, terutama dari sisi pembiayaan layanan kesehatan.
“Yang saya syukuri dengan adanya BPJS Kesehatan, saya sangat terbantu. Selama berobat tidak pernah diminta membayar, semua pengobatan ditanggung dan tidak pernah juga ada kendala dalam proses pelayanan,” tambahnya.
Pengalaman Endang menjadi gambaran nyata bagaimana sistem rujukan berjenjang dalam Program JKN berjalan efektif. Dimulai dari pemeriksaan di Puskesmas Kumbe sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama, hingga mendapatkan penanganan lanjutan di rumah sakit rujukan sesuai indikasi medis. Pendekatan ini memungkinkan pasien memperoleh layanan kesehatan secara komprehensif dan berkesinambungan, khususnya bagi penderita penyakit kronis yang membutuhkan kontrol rutin.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Merauke, Dani Hamdani, menyampaikan bahwa hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang membutuhkan komitmen jangka panjang dalam pengelolaannya. Oleh karena itu, keberadaan Program JKN diharapkan dapat memastikan peserta tetap mendapatkan akses layanan kesehatan tanpa harus terbebani oleh biaya pengobatan.
“Hipertensi merupakan penyakit yang memerlukan pemantauan rutin agar tidak berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius. Melalui Program JKN, peserta dapat memperoleh layanan kesehatan mulai dari pemeriksaan di fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga rujukan ke rumah sakit sesuai dengan indikasi medis. Kami berkomitmen untuk memastikan seluruh peserta mendapatkan pelayanan yang mudah diakses, bermutu, dan tanpa diskriminasi,” ujarnya.
Kepala Cabang juga menambahkan bahwa pemanfaatan layanan kesehatan secara rutin oleh peserta JKN merupakan langkah penting dalam upaya pencegahan komplikasi penyakit. Dengan pemeriksaan dan pengobatan yang dilakukan secara berkala, kondisi kesehatan peserta dapat terus dipantau sehingga risiko penyakit yang lebih berat dapat diminimalkan.
Kisah Endang Astutik menjadi salah satu bukti bahwa Program JKN tidak hanya memberikan perlindungan finansial, tetapi juga memastikan keberlangsungan pengobatan bagi peserta dengan kondisi kesehatan tertentu. Melalui pelayanan kesehatan yang terintegrasi antara fasilitas kesehatan tingkat pertama dan fasilitas rujukan lanjutan, peserta JKN dapat menjalani proses pengobatan dengan lebih tenang tanpa harus mengkhawatirkan biaya yang timbul.
Ke depan, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan Program JKN secara optimal untuk menjaga kondisi kesehatannya, khususnya dalam menghadapi penyakit kronis seperti hipertensi yang memerlukan penanganan jangka panjang dan berkelanjutan. Dengan dukungan layanan kesehatan yang memadai, kualitas hidup peserta dapat tetap terjaga meskipun harus menjalani pengobatan secara rutin. [JON-NAL]
