Dari Bivak Papua ke Rumah Beton, Bank BTN Wujudkan Niat David
Proses akad perumahan Banggu Permai di Merauke Provinsi Papua Selatan oleh Bank BTN kepada David.
Merauke, PSP – Sore itu, Kamis (29/1) langkah kaki David tampak terasa lebih ringan dari biasanya. Senyum tipis tak lepas dari wajahnya saat ia keluar dari kantor PT. Arya Nusantara Sartika developer perumahan di ujung timur Indonesia, Merauke – Provinsi Papua Selatan.

David tak sendiri, ia bersama sang istri tercinta. Mereka bukan tanpa sebab berada di sana. Menyusul gebrakan yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten Merauke, bersama Bank BTN dan pihak developer perumahan lewat peluncuran hunian murah bagi masyarakat, ASN dan TNI-Polri pada bulan Mei 2025 lalu.
Kesempatan itu tak disia-siakan. Sejak lama David memang sudah berniat agar bagaimana keturunannya kelak tidak merasakan apa yang pernah ia rasakan menyoal tentang hunian.
“Tahun lalu (2025) sa (saya) dapat informasi bahwa ada program pemerintah perumahan murah, itu yang membuat sa dan istri mendatangi kantor ini,” kata David.

Perumahan itu berlokasi di Jl. Cigombong Merauke, Papua Selatan menawarkan hunian murah type 36/96. Hunian murah diluncurkan dalam bentuk KPR BTN bersubsidi dengan jangka waktu angsuran maksimal 20 tahun dan suku bunga 5 persen flat sampai dengan akhir kredit.
Sementara ini, David, istri dan 2 anaknya tinggal di salah satu kosan di ujung kota, Jalan Mopah Lama, Merauke seharga Rp 1 juta per bulan.
“Kosan itu tidak menjadi milik, per bulan Rp1 juta 5 ratus, kalau ini nanti sudah menjadi milik,” kata dia.
Kisah balik kehidupan David tentang hunian bukan tanpa cerita. Ia masih mengingat jelas masa kecilnya, ketika tinggal bersama orang tua di sebuah bivak di dalam hutan. Bagi sebagian masyarakat Papua hingga saat ini tinggal di bivak dalam hutan sambil meramu dan berburu, itu merupakan bagian dari budaya dan cara hidup yang dijalani turun-temurun.
Bivak biasanya oleh masyarakat Papua di dalam hutan sebagai tempat berlindung. Kebanyakan menggunakan kulit-kulit kayu dan daun pohon sagu sebagai atap dan dinding serta kayu-kayu sebagai tiang penyangga.

“Kalau dulu kitong (kami) deng (dengan) orang tua tinggal di bivak dalam hutan, waktu masih kecil-kecil. Sambil berburu,” kisah pria kelahiran 1993 ini.
Dari bivak itulah tekadnya tumbuh. Ia berjuang menamatkan sekolah, merantau menempuh pendidikan, hingga akhirnya lulus, bekerja dan menikah.
Di kantor developer itu, David menghela nafas seraya tersenyum ditemani istrinya. Setelah mempersiapkan sejumlah persyaratan administrasi serta kesepakatan dan tak menunggu waktu lama berlangsung akad perumahan.
“Sejak lama saya memang sudah niat harus ada rumah, supaya anak-anak bisa bermain di komplek perumahan, tidak seperti saya dulu di bivak. Kebetulan ada program begini DP Nol persen lagi, ya sudah, puji Tuhan. Tinggal tempati saja karena sudah akad dengan Bank BTN, angsuran per bulan sama seperti kosan Rp1 juta 5 ratus, mending ini lah, akan menjadi milik selama 15 tahun,” cetus David.
Untuk pembayaran angsuran, BTN telah menyediakan pembukaan rekening Bank BTN secara online saat akad berlangsung dan bisa dilakukan pembayaran lewat gawai maupun kantor Pos sebagai mitra BTN sejak dahulu kala.
“Rekening bank BTN sudah ada, sudah dibuatkan secara online dan pembayaran juga nanti lewat situ, diarahkan juga bisa lewat kantor Pos,” lanjut David.
Sinergi para pihak mulai dari developer, pemerintah dan Bank BTN itu menuntun David memiliki hunian yang didambakan setelah bergelut sewaktu kecil di bivak dalam hutan dan kosan di ujung kota.
Developer perumahan itu merupakan perpanjangan tangan Bank BTN di paling ujung negeri, Merauke. Saat ini ada 3 perusahaan yang sudah PKS (Perjanjian Kerjasama) dengan Bank BTN untuk menyuguhkan hunian layak bagi masyarakat tanpa memandang bulu. Bumi Animha, Payum Indah, dan Banggu Permai.
Branch Manager Bank BTN Kantor Cabang Jayapura-Papua Darmawan menyebut realisasi perumahan subsidi bagi masyarakat lewat Bank BTN di Papua Selatan terus digulirkan lewat PKS.
Khusus di seluruh tanah Papua, Bank BTN mencatat sepanjang tahun 2023 hingga 2025, total 1703 unit rumah berhasil melindungi masyarakat dari terik matahari dan hujan. Tahun 2023 sebanyak 568 unit, Tahun 2024 sebanyak 556 unit dan Tahun 2025 mencapai 579 unit.
Tak berhenti sampai di situ, tahun 2026 ini Bank BTN tampak nya tak surut membantu masyarakat di Papua sampai ke Merauke walau belum punya kantor cabang pembantu. Lewat peluncuran hunian murah beberapa waktu lalu bersama pemerintah itu, BTN berkomitmen memberikan hunian layak kepada masyarakat dengan menggandeng sejumlah perusahaan developer terpercaya.
“Untuk tahun 2026 ini sejumlah PKS resmi sudah kami lakukan terhadap developer, dan peluncuran hunian murah bersama pemerintah di Papua Selatan, ini untuk perpanjangan tangan kami di Papua Selatan membantu pemerintah menyuguhkan perumahan subsidi. Beberapa sudah dilakukan akad salah satunya David, untuk perumahan di Banggu Permai (PT. Arya Nusantara Sartika),” ujar Darmawan.
Dikutip dari laman www.btn.co.id PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menjadi penyalur Kredit Pemilikan Rumah dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR Sejahtera FLPP) terbesar secara nasional dengan total realisasi mencapai 128.608 unit rumah subsidi atau setara 46,7% dari total penyaluran nasional sebanyak 270.985 unit hingga 22 Desember 2025. Hal tersebut dipaparkan oleh Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) di Jakarta, Selasa (23/12).
Berdasarkan data BP Tapera, BTN menjadi bank penyalur KPR FLPP Sejahtera dengan realisasi penyaluran tertinggi di antara 39 bank penyalur dengan rumah yang dibangun oleh 8.058 pengembang yang terdiri dari 13.118 perumahan yang tersebar di 33 provinsi di 401 kabupaten/kota.
Anak usaha BTN, yakni PT Bank Syariah Nasional (BSN) menjadi penyalur terbesar kedua dengan total realisasi penyaluran sebanyak 59.463 unit saat BSN masih berupa Unit Usaha Syariah (BTN Syariah). Secara total, penyaluran oleh BTN dan BSN mencapai 188.071 hingga 22 Desember 2025.
“Selama ini banyak berpikir kalau di BTN itu agak sedikit sulit, tapi saya katakan, mohon maaf, kami menjamin hak-hak nasabah, debiturnya kami, mulai sertifikatnya, balik nama dan sebagainya. Contoh perumahan, kalau rumah belum berdiri dengan baik, kami tidak akan mau akad, paling tidak sampai listrik sudah menerangi rumah dan air mengalir dulu, artinya kami menjamin itu,” tutur Darmawan.

Bupati Merauke Yosep Gebze mengapresiasi kehadiran Bank Tabungan Negara (BTN) yang memudahkan akses pembiayaan bagi masyarakat di wilayahnya.
“Pemerintah punya kewajiban untuk melakukan hal-hal yang berkaitan dengan bagaimana menghadirkan hunian yang layak bagi masyarakat kita di kabupaten Merauke. Salah satu bentuk konkritnya adalah menghadirkan perumahan bagi masyarakat kita, dan peran Bank BTN ini harus kita apresiasi,” kata Yosep Gebze saat peluncuran.
Direktur PT. Arya Nusantara Sartika, Haji Nanang, menyatakan komitmennya menyediakan perumahan berkualitas dengan fasilitas memadai.
“Kami membangun kawasan yang aman, nyaman, bebas banjir, dilengkapi akses jalan lancar, pos keamanan, rumah ibadah, dan sarana penunjang lainnya,” katanya.
Biasanya, sepulang kantor David akan mengarahkan kendaraan motornya ke Jalan Mopah, tempat ia mengontrak rumah bersama istri dan anaknya. Namun kini, arah pulangnya berubah. Jalan Cigombong menjadi tujuan baru tempat berdirinya rumah permanen yang ia tempati bersama keluarga kecilnya.
Di Jalan Cigombong itu sudah berdiri sejumlah perumahan layak huni. Perumahan dengan nama Bumi Animha Residence dan Cahaya Kasih Banggu Residence (Banggu Permai).
Kini, setiap kali motornya melintasi Jalan Cigombong, ada rasa haru. Dari bivak di tengah hutan, kosan hingga rumah beton permanen di kota, perjalanan David menjadi potret perubahan zaman, dan hadirnya kebijakan yang membuka jalan bagi mimpi-mimpi sederhana masyarakat khususnya di Papua Selatan.
“Kalau sa ingat dulu di bivak itu e, dan di kosan. Tapi trapapa (tidak masalah) sekarang su (sudah) ada rumah beton, nanti anak-anak main di situ, terima kasih BTN,” kata David lirih.
Senada dengan David, Olga Romiwi yang juga menerima akad untuk perumahan Banggu Permai lewat Bank BTN di hari itu menunjukkan senyum bahagianya bersama sang istri.
“Iya sudah akad. Setelah ini nanti kami akan pindah dari kontrakan. Di rumah sebelumnya kami menyewa tanah, kalau di Cigombong nanti kan sudah hak milik,” singkatnya. [ERS-NAL]
