Baznas Boven Digoel Diharapkan Menjalankan Tugas Sesuai Aturan yang Berlaku
Pelantikan Baznas kabupaten Boven Digoel
Tanah Merah, PSP – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Boven Digoel yang baru terbentuk, dengan Kepengurusan yang baru, diminta menjalankan tugas sesuai dengan Perundang-undang yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta berkerja sama dengan berbagai elemen Masyarakat termasuk pemerintah daerah Kabupaten Boven Digoel. Permintaan ini di Sampaikan Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Boven Digoel Yosefa Tambonop saat memberikan arahan pada pelantikan badan pengurus Baznas kabupaten Boven Digoel pada Selasa (16/12).
Dikatakan Yosefa, Baznas adalah lembaga Pemerintah yang bertugas mengelola Zakat Infak dan Sedekah (ZIS), untuk itu diharapkan setelah dilakukan pelantikan, pimpinan Baznas kabupaten Boven Digoel,apat menghimpun dan menyalurkan atau mendistribusikan & mendayagunakan ZIS serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) di tingkat kabupaten, berdasarkan syariat Islam dan perundang-undangan, untuk pembangunan kesejahteraan masyarakat. Serta pengentasan kemiskinan, keadilan sosial melalui sistem yang terencana, transparan, dan akuntabel.
Selain itu. Kata Yosefa, Melakukan edukasi zakat kepada masyarakat berbasis data dan teknologi, melakukan Kolaborasi dan penguatan dengan seluruh elemen-elemen masyarakat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Boven Digoel. Untuk itu ia minta kepada seluruh elemen masyarakat, serta forkopimda kabupaten Boven Digoel untuk sama-sama mendukung lembaga Baznas sehingga kedepan dapat berjalan dengan sebaik-baiknya.
“Pada kesempatan ini, saya mengajak semua elemen masyarakat. Mari bersama-sama mendukung Baznas Kabupaten boven digoel yang bisa dibilang baru Perdana di kabupaten ini semoga lembaga ini dapat sukses menjalankan amanah dengan baik,”ujarnya.
Sementara itu di tempat yang sama Ketua Baznas Kabupaten Boven Digoel terpilih Muhammad Gozali mengatakan, bersama anggotanya Baznas berkomitmen untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang telah di amanahkan dengan sebaik-baiknya, untuk itu Baznas juga membutuhkan dukungan dan dorongan serta motifasi dari semua pihak, baik itu tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat yang ada di kabupaten Boven Digoel.
Menurut Gozali, Baznas saat ini memasuki periode yang banyak tantangan kemanusiaan dan kesenjangan ekonomi semakin kompleks. Disinilah peran ZIS menjadi penopang utama dalam pembangunan sosial ekonomi umat. Untuk itu Baznas akan fokus pada tiga Pilar utama yakni, pilar Kelembagaan yang kuat, Transparan, dan Akuntabel. Artinya Baznas akan mengedepankan tata kelola yang modern dan berbasis teknologi, serta laporan keuangan akan terbuka dan dapat diakses publik untuk membangun kepercayaan.
Selanjutnya. Kata Gozali, pilar pengumpulan ZIS yang Inovatif dan Meluas. Artinya Melakukan pendekatan edukatif untuk meningkatkan kesadaran berzakat. Memperluas jaringan kemitraan dengan perusahaan, ASN, dan komunitas profesional. Serta Mengoptimalkan kanal digital untuk memudahkan masyarakat menunaikan zakat. Sarta Pilar ke tiga adalah Pendayagunaan yang berdampak dan memberdayakan, program tidak lagi sekadar konsumtif, tetapi transformatif. Fokus pada program pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan, dan memprioritaskan pemberdayaan mustahik agar naik kelas menjadi muzaki. “Kami datang bukan sebagai ahli, tetapi sebagai pelayan umat yang siap belajar dan bekerja keras. Kami tidak akan bisa bekerja sendiri. Keberhasilan kami adalah keberhasilan kita bersama, kami membutuhkan saran, kritik yang membangun, dan pengawasan dari semua pihak. Mari kita jadikan baznas Boven Digoel sebagai rumah bersama untuk mengelola amanah masyarakat ini,”pungkasnya. [VER-NAL]     Â
