Tali Asih Bagi Masyarakat Terdampak Pembangunan Jalan ke Wanam
Jajaran BPJN Merauke saat menyampaikan progres pembangunan jalan nasional Muting-Wanam
Merauke, PSP – Proyek pembangunan Jalan Nasional yang menghubungkan Muting hingga Wanam sepanjang 138,5 kilometer sudah mulai.
Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Merauke, David Pasaribu, S.T., M.T., menyampaikan segmen 2, yang mencakup kilometer 58 hingga kilometer 138,5, sudah resmi terkontrak. Sementara itu, segmen 1 direncanakan menyusul pada tahun 2026.
David menjelaskan, nilai kontrak keseluruhan proyek ini mencapai Rp 4,9 triliun, termasuk biaya hingga tahap pengaspalan. Pembangunan jalan tersebut dibagi menjadi dua segmen utama untuk memastikan pekerjaan berjalan efektif dan terstruktur.
Meski sempat muncul pro dan kontra di masyarakat, BPJN Merauke melalui satuan kerja (satker) telah melakukan sosialisasi ke lapangan untuk memberikan pemahaman kepada warga mengenai manfaat proyek tersebut. “Mudah-mudahan nanti masyarakat bisa menerima,” ujar David di Kantor BPJN Merauke, Rabu (3/12).
Terkait tali asih bagi masyarakat yang terdampak pembangunan, David mengatakan hal itu masih akan dilihat lebih lanjut.
Saat ini proses bahan konstruksi masih berada pada tahap mobilisasi, sedangkan satker terus melakukan sosialisasi agar masyarakat mengetahui perkembangan yang berlangsung.
Saat ditanya mengenai luasan hutan yang terdampak, David menjelaskan bahwa kebutuhan ruang pembangunan jalan relatif terbatas. “Untuk pembangunan jalan, rata-rata membutuhkan sekitar 20 sampai 30 meter lebar. Jadi tinggal dikalikan saja, 138 kilometer dikali 30 meter. Ini untuk membangun jalan agar akses ekonomi dapat berlangsung,” jelasnya. Pembangunan jalan Muting – Wanam ini diharapkan mampu membuka isolasi kawasan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Papua Selatan, khususnya sektor distribusi dan konektivitas antar wilayah. [ERS-NAL]
