Listrik di SD YPPK Kimaam Hanya Menyala Enam Jam Sehari, Padahal PLN Prabayar
Murid-murid di SD YPPK Kimaam tengah belajar.
Merauke, PSP – Aktivitas belajar mengajar di SD YPPK Kimaam, Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke, terkendala pasokan listrik yang hanya berlangsung sekitar enam jam setiap hari. Kepala SD YPPK Kimaam, Suster Modesta, mengungkapkan kondisi itu lewat sambungan telepon baru-baru ini.
Menurut Suster Modesta, sekolah yang berada di wilayah terpencil itu hanya memiliki dua meteran listrik berkapasitas 1.300 VA serta satu unit genset sebagai penunjang. Aliran listrik digunakan untuk mendukung kegiatan administrasi guru, penerangan di ruang belajar.
“Listrik cuma menyala 6 jam mulai pagi pukul 7 kadang pukul 8 hingga siang pukul 12. Siang hari mulai pukul satu kami sudah harus menggunakan genset,” ujar Suster Modesta.
Listrik prabayar yang digunakan sekolah dibeli dengan sistem token di warung sekitar sekolah. Pembelian token serta bahan bakar untuk genset menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Kami menggunakan dana BOS untuk membeli token listrik maupun BBM untuk genset, supaya sekolah tetap didukung energi listrik apalagi sudah pembelajaran digital sekarang,” tambahnya. Meski demikian, Suster Modesta mengharapkan mereka bisa menikmati aliran listrik 24 jam, meski berada jauh dari kota Merauke. “Kami berharap listrik bisa menyala 24 jam tanpa genset, supaya penggunaan anggaran lebih efisien,” ujarnya. [ERS-NAL]
