Distributor Naikan Harga 15%, Akibat Harga Kontainer Naik
Tumpukan kontainer di terminal pelabuhan Yos Sudarso Merauke. Foto: PSP/NAL
Merauke, PSP – Kenaikan Upah Minimum Pekerja (UMP) bakal tak berpengaruh untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bila pada posisi lain, kebutuhan sehari-hari buat masyarakat turut ikut beranjak naik semakin tinggi.
Situasi ini harus segera disikapi oleh Pemerintah Daerah agar tidak menimbulkan gejolak ekonomi di wilayah selatan Papua terkhusus Kabupaten Merauke.
Tak dipungkiri bahwa sebagian besar kebutuhan masyarakat di selatan Papua terkhusus Kabupaten Merauke di datangkan dari luar Papua.
Harga sewa kontainer telah beranjak naik mulai Oktober 2021 hingga awal Januari 2022 baik untuk kontainer yang Less Container Load (LCL) dan Full Container Load (FCL) dan diperkirakan Januari 2022 akan meningkat 80% persen sampai 100% persen. Kenaikan harga kontener telah diikuti pula dengan kenaikan harga-harga barang.
Pemilik Toko Fajar, Hendra menyampaikan, dalam proses pengiriman barang yang kami lakukan, tentu semua biaya pengiriman ditanggung oleh pihak pabrik, kami sebagai distributor hanya siap menerima barang yang dikirimkan.
Namun sejak kenaikan harga kontener biaya pengiriman barang pada distributor juga naik, sehingga dengan terpaksa harga barang di pasar pun akan ikut terkoreksi mengalami kenaikan.
“Untuk kenaikan harga barang pada di pihak distributor hanya mencapai 15% persen dari biaya produksi,” kata Hendra.
Memang secara umum kenaikan harga barang di tingkat distributor bukan sepenuhnya hanya disebabkan oleh kenaikan harga kontainer semata. Seperti kenaikan harga minyak goreng, sambung dia, disebabkan oleh harga minyak Crude Palm Oil (CPO) dunia yang naik dan harga batu bara khususnya sektor energi juga naik.
“Kenaikan harga CPO dan batu bara hampir 80% persen sampai 100% persen naik harganya,” ujar Hendra saat ditemui disela-sela kesibukannya, Senin (17/1/22).
Kini harga barang sudah naik sekitar 5% persen saja, namun secara umum di Indonesia khususnya harga barang tertentu seperti salah satunya minyak goreng memang rata-rata harga meningkat 80% persen sampai 100% persen.
” Kami sebagai pelaku pasar sangat berharap agar adanya campur tangan pihak pengambil kebijakan yakni pemerintah pusat dan pihak yang memproduksi kontainer ini, agar kiranya dapat mengoptimalkan harga kontener, ” harap Hendra.
Barang kebutuhan di wilayah papua dan kabupaten merauke khususnya, yang kita produksi tidak banyak, dan barang dari industri juga tidak ada sama sekali di Merauke, sebab semuanya didatangkan dari luar papua, sehingga kenaikan biaya kontener sedikitpun akan memberikan dampak pada distributor dan ujung-ujungnya juga akan kembali pada daya beli rumah tangga,” pungkasnya. [RADE-NAL]
