Petani Padi Semangga Jaya Hanya Punya Satu Pilihan

0
Petani Padi Semangga Jaya, Andi Bahri

Petani Padi Semangga Jaya, Andi Bahri

Merauke, PSP – Harga pupuk non subsidi yang cukup tinggi menjadi penyebabnya. Sehingga cuma  ada satu pilihan buat petani. Kondisi tersebut dialami oleh petani padi di Semangga Jaya.

Petani padi di daerah ini begitu menaruh harapan pada pupuk subsidi yang akan di sediakan oleh pemerintah daerah, dikarenakan pupuk non subsidi yang disediakan oleh distributor memiliki jangkauan harga yang cukup tinggi.

Salah satu Petani Padi di  Semangga Jaya Andi Bhari menyampaikan, dari dulu hingga saat ini pihaknya sudah sangat tergantung dengan pupuk subsidi, karena harganya sangat terjangkau dan sesuai dengan pendapatan petani.

Kemudian kualitas pupuk subsidi  juga sangat baik, dan jumlahnya sangat banyak bahkan sangat cukup jika digunakan pada lahan sawah.

“Ada lahan sawah yang kami sudah tanam padi dan sudah berumur sekitar 23 hari, tapi kami belum memberikan pupuk, karena tidak ada pupuk yang murah untuk kami beli dan gunakan. Umur padi yang maksimal dan harus dilakukan pemupukan minimal umur 15 hari sudah harus diberikan pupuk,” ucap Andi saat ditemui disela-sela kesibukannya, Jumat (7/1/21).

Tambahannya, mentri pertanian juga waktu kunjungan kerja di kabupaten mearuke, tentu beliau mengatakan bahwa akan menyediakan pupuk subsidi sesuai dengan kebutuhan petani, tetapi semuanya hanya janji, dan belum ditepati sesuai dengan janji bapak mentri, padahal harapan kami ada pada beliau, untuk menjawab permasalahan petani.

“Pemerintah daerah juga harus tekad dan serius dalam memfasilitasi petani padi, mereka harusnya berfikir, jika tidak ada produksi padi di kabupaten merauke, apakah pemerintah daerah mau menyuplai beras dari luar papua dengan jumlah yang sangat banyak untuk memenuhi kebutuhan masyarakt merauke, tentu harus tidak seperti itu,” terangnya.

Sambungnya, pemerintah daerahkan sudah mengetahui bahwa kabupaten merauke inikan menjadi lumbung pangan nasional, sehingga  pemerintah harus mampu untuk memprioritaskan petani padi merauke, dan juga jangan pemerintah sediakan pupuk berdasarkan anggaran, tetapi penyediaan pupuk subsidi harus sesuai dengan musim tanam, itu saja harapan kami petani padi. [RADE-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *