Viral! Video Berjudul ‘Anggota DPR Bergaya Preman’

0
qqq

Sorong, PSP – Masyarakat Papua Barat, khususnya para pengguna media sosial, dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan aksi tidak terpuji oleh seorang anggota DPR RI asal Papua Barat.

Dalam video tersebut, tampak anggota DPR RI dari Dapil Papua Barat,  Rico Sia sedang beradu mulut dengan seorang pria berbaju batik kuning. Tampak juga dalam video ada seorang perempuan berbaju merah yang mencoba melerai keduanya agar tidak lagi meneruskan adu mulut.

Video berawal saat seorang pria baju kuning mencoba mendekati RS, namun dipalang oleh seorang perempuan yang saat itu mencoba menenangkan RS. Pria berbaju kuning tersebut sempat mundur setelah dibentak oleh RS. Namun, lagi-lagi pria baju kuning hendak maju dan nyaris saja terjadi adu jotos dengan RS.

Perseteruan keduanya nampak mereda, setelah seorang anggota security menghampiri mereka dan membantu melerai keduanya.

Video yang diungga akun youtube bernama Zakarias Horota ini sudah ditonton oleh 560 orang dan mendapat 6 like serta 2 komentar. Tampak juga tulisan “Pusat Penyiaran dan Informasi Parlemen” jadi background tempat kejadian dalam video.

Video dengan judul “Anggota DPR RI Fraksi Nasdem Dapil Papua Barat bergaya preman, Selasa, 16 November 2021” ini diunggah dalam format short video ke akun youtube.

Menanggapi viralnya video tersebut, anggota DPR RI dapil Papua Barat Rico Sia yang dikonfirmasi Papua barat Pos langsung menyampaikan klarifikasi. Rico Sia melalui pesan singkatnya di aplikasi whatsapp (WA), menjelaskan video yang diunggah ke akun youtube dan sudah beredar luas di kalangan netizen, bukan merupakan video utuh kejadian yang sebenarnya.

RS menyebutkan, video tersebut, sudah diedit dengan cara memotong beberapa bagian lain dan hanya menyisahkan bagian yang kurang berkenan. “Video sengaja dipenggal,” demikian tulis RS membalas pesan WA awak media ini, Sabtu (20/11).

Ia menjelaskan kejadian sebenarnya seperti yang terlihat dalam video yang beredar; dimana pria berbaju kuning mencoba menghampirinya dan mengajak adu mulut. Bahkan, RS mengaku sama sekali tidak mengenal pria tersebut.

“Yang maju duluan adalah pria tak dikenal berbaju kuning, sehingga ibu Popi Fonataba (wanita berbaju merah) mendorongnya mundur,” sebut Rico Sia.

Ia juga menyebut, dirinya terpaksa harus menaikan nada suaranya lebih keras, karena terdesak dengan ulah pria tersebut yang mencoba terus maju dan mengajaknya bertengkar. Alhasil, kata RS, cara tersebut akhirnya mampu meredam situasi, dimana pria yang mengajaknya adu mulut perlahan mundur dan diam.

“Kata yang keluar dari ucapan saya adalah ‘Saya juga bisa marah’ artinya pria yang baju kuning yang terus maju mendesak,  sambil marah-marah. Rupanya ketika dengar saya bilang saya juga bisa marah, pria baju kuning agak kaget dan mulai diam,” jelas Rico Sia.

Namun, lagi-lagi RS menyebutkan bahwa video yang beredar tidak utuh, karena pasca kejadian tersebut, dirinya bersama pria berbaju kuning langsung bermaaf-maafan, kemudian berpelukan sambil tertawa satu sama lain.

“Video yang dibuang adalah, pria baju kuning kemudian peluk saya dan kita saling memaafkan sambil tertawa-tertawa,” ungkapnya.

Dicecar tentang langkah yang akan diambil pihaknya menyikapi beredarnya video hasil editan tersebut, RS mengaku tidak terlalu ambil pusing, yang terpenting masalah sebenarnya antara dirinya dengan pria di dalam video sudah selesai.

“Tidak ada (langkah hukum yang diambil)” singkat Rico Sia mengakhiri penyampaian klarifikasinya.

Sementara, salah seorang warga Kota Sorong, Andreas mengaku sangat menyayangkan prilaku wakil rakyat yang tidak menunjukan sikap humanisme dan ketenangan dalam menghadapi persoalan.

Mestinya, kata Andreas, sebagai wakil rakyat mereka harus sebisa mungkin menghindar dari situasi-situasi seperti itu, demi menjaga marwa dan kehormatannya sebagai wakil rakyat.

“Bagi mereka yang sudah menonton video tersebut pasti akan tergambar dalam pemikiran mereka bahwa tidak pantas seorang anggota dewan bertindak demikian. Terlepas dari apa penyebab dan bagaimana akhirnya dari persoalan tersebut,” ujar Andreas. [JOY-SF]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *