Sepanjang Tahun ini Merauke Ekspor Tiga Komoditas Unggulan
Kepala kantor Bea dan Cukai Merauke, Dian Kaban didampingi Kepala seksi kepatuhan internal dan penyuluhan, Rommy Ardianto. Foto: PSP/JON
Merauke, PSP – Sepanjang tahun 2021 ini, kabupaten Merauke tetap melakukan ekspor beberapa komoditas unggulan ke beberapa negara di Asia.
Kepala kantor Bea dan Cukai Merauke, Dian Kaban didampingi kepala Seksi kepatuhan internal dan penyuluhan, Rommy Ardianto mengatakan bahwa setidaknya ada tiga komoditas yang selama tahun ini masih melakukan ekspor.
“ Cuman memang dimasa pandemi ini agak tersendat, jadi dimasa pandemi ini yang masih survive adalah dari CPO tapi itupun terakhir bulan Agustus kemarin, terus kayu vinyl ini memang kita sudah dari tahun 2020 sebetulnya sudah kita inisiasi ekspornya cuman mereka baru bisa ekspor di tahun ini bulan juli ekspor pertama dan menyumbang penerimaan 1,7 miliar. Kita harapkan tahun ini masih ada lagi karena kita komunikasi dengan mereka mungkin tahun ini masih bisa satu kali lagi (ekspor) paling enggak bisa ada penerimaan lagi,” katanya saat ditemui di ruangannya, Senin (1/11).
Selain itu, Merauke juga setiap minggu rutin melakukan ekspor komoditas unggulan lainnya yaitu kepiting bakau. Namun pihaknya khawatir dengan masifnya ekspor yang dilakukan akan berdampak pada ketersediaan kepitinga bakau tersebut di alam.
“ Yang skala kecil itu dari kepiting bakau, tahun ini saja kita sudah menghadirkan tiga eksportir baru kepiting bakau dan tiap minggu rutin mereka ekspor, Artinya potensinya ada terus dan bisa dikembangkan terus, cuman kembali kita khawatir karena inikan kepiting alam, khawatirnya kalau misalkan alamnya tidak bersahabat ekspornya tidak bersahabat juga. Kita harapkan nanti ada penangkaran” jelasnya.
Diluar dari ketiga komoditas ekspor tersebut, ada juga beberapa komoditas yang sebelumnya turut di ekspor karena kondisi saat ini pandemi Covid-19 sehingga komoditas tersebut berhenti ekspor.
“ Tapi yang terhenti di masa Covid-19 ini dalah satunya adalah gelembung ikan dan ikan beku, kendala dengan adanya surat bebas Covid-19 dari buyernya atau importirnya,” lanjutnya.
Untuk itu, dirinya berharap kepada tiga komoditas yang masih bertahan melakukan ekspor untuk bisa terus melakukannya termasuk untuk ekspor CPO. Dengan begitu pendapatan negara bisa bertambah.
“ Cuman CPO bagus karena mereka dalam tahun ini sudah empat kali ekspor dan sudah menyumbangkan penerimaan negara dari pihak luar sekitar 30, 4 miliar. Kita harapkan masih bisa lagi paling enggak ditutup akhir tahun bisa satu kali ekspor lagi sehingga kita penerimaannya bisa diatas 36 miliar,” pungkasnya.[JON-NAL]
