Bupati: Masih Banyak Masyarakat Tidak Percaya dengan Vaksin

0
Romanus dan yenni

Merauke, PSP – Wabah COVID-19 terus mengalami peningkatan dan semakin diperparah dengan rasa takut, misinformasi, dan pembatasan gerak orang dan pasokan yang mengganggu pemberian layanan kesehatan garis depan bagi semua orang. Saat sistem kesehatan kewalahan dan orang tidak dapat mengakses layanan yang dibutuhkan, kematian langsung dan tidak langsung akibat penyakit yang dapat dicegah dan diobati meningkat.

Secara sederhana coba dijelaskan oleh Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kabupaten Merauke, dr. Yenny Mahuze. Ia katakan apabila penangganan terhadap warga yang diduga terpapar COVID-19 dilakukan sejak dini, maka kondisinya tidak akan buruk seperti saat ini. 

“Sebenarnya COVID ini kalau kita bisa tanggani lebih awal, itu tidak akan buruk.  Karena yang terjadi saat ini, pasien datang sudah keadaan berat. Jadi kalau memang dia dari gejala awal, masih rasa batuk ringan atau demam ringan, mungkin bisa langsung ke Puskesmas,” katanya kepada Bupati Romanus, Di Aula Kantor Setda Merauke, Senin (5/7/2021).

Namun, belum usai Yenny memaparkan usulannya, Bupati Romanus seketika memotong dengan memberi penilaian bahwa masyarakat Indonesia termasuk Merauke, bebal untuk melaksakan semua anjuran yang diberikan oleh pemerintah, sehingga berdampak pada semakin parahnya kondisi penyebaran COVID -19.

“Masyarakat kita di seluruh Indonesia termasuk Merauke, mereka masih tidak percaya dengan vaksin. Karena mereka yang sudah vaksin dua kali, masih bisa kena juga. Itu yang membuat rakyat tidak percaya,” tutur Bupati Romanus.

Menurutnya opini atau pola pikir masyarakat ,bahwa sudah divaksin masih tetap kena, inilah yang perlu digeser, sehingga bisa ada kepercayaan public.  “Kondisi saat ini, bahkan sudah banyak orang yang mati, masyarakat masih tetap juga belum percaya sama adanya COVID ini,” tegasnya. [WEND – NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *