DD Dialihkan Untuk Covid-19, Pembangunan Kampung Terkendala
Kepala kampung Waninggap Say, Slamet Budiono
Merauke, PSP – Dana Desa/dana Kampung yang sejatinya digunakan untuk kepentingan kampung termasuk salah satunya diperuntukan untuk pembangunan kampung, akibat dari pandemi Covid-19 yang hingga saat ini masih melanda Indonesia membuat sebagian besar Dana Desa tersebut dialihkan untuk penanggulangan Covid-19 tersebut. Hal tersebut ternyata berdampak kepada pembangunan kampung yang tidak optimal, salah satu kampung yang mengalami hal tersebut yaitu Kampung Waninggap Say, Distrik Merauke.
Kepala Kampung Waninggap Say, Slamet Budiono mengatakan, akibat dari pendemi ini membuat pembangunan di kampung Waninggap Say banyak terkendala.
“ Pembangunan kampung banyak terkendala itu karena anggarannya itu sebagian besar dialihkan untuk penanggulangan Covid-19 ini,” kata Slamet saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Rabu (9/6).
Dijelaskan Slamet, akibat anggaran yang diperuntukan untuk pembangunan kampung dialihkan untuk penanganan Covid-19, membuat rencana pembangunan yang sudah dibuat mengalami penundaan. Untuk itu, pihaknya harus memutar otak agar pembangunan kampung dapat tetap berjalan meskipun tidak maksimal.
“ Contohnya gedung serba guna kami itu belum tersentuh dikarenakan anggaran yang tidak mencukupi sedangkan sekarang ini tuntutan masyarakat itu adalah pembenahan jalan, makannya saya harus betul-betul bagaimana anggaran ini bisa digunakan untuk perbaikan jalan dan disisihkan untuk lain-lain termasuk untuk gedung serba guna itu,” jelasnya.
Ditanya lebih lanjut, anggaran yang tersisa untuk pembangunan kampung hanya sebesar 200 juta, sedangkan jika belum terjadi Covid-19, anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan kampung itu sebesar 800 Juta. “ Kurang lebih anggaran yang sementara ini tersisa itu ada 200 juta, kalau tidak dialihkan untuk penanganan Covid-19 itu anggaran untuk pembangunan kampung itu kurang lebih 800 juta. Tapi karena ini dialihkan sebagian untuk penanganan Covid-19 termasuk pembagian BLT-DD itu jadi pembangunan kampung juga terkendala,” pungkasnya.[JON-NAL]
