Ini Saran Petani Atasi Pupuk Subsidi Langka
Merauke, PSP – Petani di kabupaten Merauke mengeluhkan langkanya pupuk subsidi, padahal sangat dibutuhkan, karena sudah masuk musim tanam gadu.
Merespon kondisi ini, Ketua Gabungan Kelompok Tani Kampung Semangga Dua, Surani mengungkapkan bahwa ada perbedaan pola pendistribusian Pupuk beberapa tahun terakhir. Dimana distribusi pupuk tidak lagi teratur seperti sebelumnya.
“Kalau pupuk ini sebenarnya bukan langka, cuma datangnya saja yang tidak seperti jaman dulu. Misalnya, datang walaupun tidak ada tanaman, dia tetap datang. Tapi pas kita tanam juga kadang-kadang tidak ada pupuk. Kejadian ini kan sudah bertahun-tahun, boleh dikatakan sudah 4 tahunan,” ujarnya melalui sambungan telepon, Selasa (1/6/2021).
Oleh karenanya, ia berpendapat bahwa sebaiknya para petani tetap membeli pupuk meski tidak sedang dalam masa tanam. Nantinya pupuk tersebut bisa digunakan saat masa tanam padi tiba.
“Ngantisipasinya pas pupuk datang, kita beli. Untuk mengantisipasi kejadian ini hanya itu. Jadi kalau kita sudah ada tanaman baru cari pupuk kita kadang celaka sendiri, pas kita mau pupuk, barang tidak ada,” ujarnya.
Hal yang hampir senada disampaikan, Ketua Gapoktan Kampung Rawasari, Distrik Malind. Dia berpendapat agar sebaiknya petani mulai beralih ke pupuk cair non subsidi sebagai campuran pupuk urea yang jatahnya sangat terbatas.
“Kadang pupuk cair. Macem-macem ada grend tonik, dan ada banyak pupuk cair di kios-kios obat. Sebetulnya pupuk ini juga bagus, cuma kadang masyarakat belum terbiasa menggunakan. Karena petani mungkin pilihnya yang instan,” ajaknya, melalui sambungan telepon, Selasa (1/6/2021). [WEND-NAL]
