Penimbunan BBM Kian Marak di Boven Digoel

0
rumah SF Dijadikan sebagai tempat timbunan BBM

Rumah SF Dijadikan sebagai tempat timbunan BBM. Foto: PSP/VER

 

Tanah Merah,  PSP – Minimnya fungsi pengawasan penggunaan BBM Jenis Premium Bersubsidi,  berimbas pada maraknya penimbunan BBM yang sengaja dilakukan oleh Oknum-oknum Masyarakat,  akibatnya masyarakat yang kesulitan untuk mendapatkan BBM bersubsidi jenis premium di Tanah Merah. 

Penimbunan BBM yang dilakukan oleh oknum masyarakat itu dengan cara, mengikuti antrian di APMS yang ada dan setelah itu, ditampung di Jerigen ukuran 35 Liter. Walaupun menimbun BBM hingga ribuan liter dengan Jerigen tersebut, mereka tidak menghiraukan dampak bahaya dari timbunan BBM tersebut.

Menindaklanjuti maraknya Penimbunan BBM di kota tanah Merah,  Media ini sempat mendatangi salah satu rumah masyarakat yang berinisial SF (50) yang diduga sebagai penimbunan BBM di kota tanah Merah, tepatnya di jalan Arimob Kampung Persatuan Kabupaten Boven Digoel.

Saat ditemui kediamannya SF mengaku, BBM Jenis premium yang disimpanya merupakan pesanan dari salah satu pengusaha ternama di Kabupaten Boven Digoel yang berinisial SJ. Sementara SF yang menjual BBM ke SJ dengan harga Rp 8.000 untuk setiap satu liternya.

“Ini pesanan orang, jadi kita ambil di APMS, baru tap ke jerigen nanti kita jual ke SJ dengan harga delapan ribu per liter. Kita hanya mencari makan” Pungkasnya.

Saat disinggung terkait dengan penimbunan BBM itu, apakah meyalahkan aturan.  SF hanya tersenyum saja.  Ia mengatakan sebenarnya menyalahi aturan, namun demi kebutuhan ekonomi ia tetap melakukannya. Ia juga mengatakan  dirinya tidak tahu pasti dikemanakan BBM itu setelah di berikan kepada penadahnya. “Jadi kita tap bensin ini satu hari bisa sampai 70 Liter, kalau APMS buka semua setiap hari kita bisa dapat 140 liter per hari. Jadi nanti kita jual ke mereka yang sudah pesan.  Kalau mereka bawa ke mana saya tidak tau pasti,” pungkasnya. [VER-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *