Terdeteksi Penyakit 5 Ekor Ayam Hasil Temuan Langsung Dimusnahkan

0
Pemusnahan unggas terdeteksi penyakit di Karantina Pertanian (2)

Pemusnahan unggas terdeteksi penyakit di Karantina Pertanian. Foto: PSP/ERS

Merauke, PSP – Karantina Pertanian Merauke kembali melakukan tindakan pemusnahan, kali ini terhadap lima ekor ayam yang masuk ke Merauke tanpa dilengkapi sertifikat kesehatan dari daerah asal yang didapati dari kapal penumpang beberapa waktu lalu.

Kelima ekor ayam tersebut, dilakukan pemusanahan di Kantor Karantina Pertanian dengan cara menyuntik mati terlebih dahulu kemudian membakarnya.

“Berdasarkan pemeriksaan, kelima ekor ayam tersebut tidak dilengkapi sertifikat kesehatan yang menjamin bebas dari penyakit. Ditambah, ayam tersebut tidak dilaporkan kepada pejabat karatina dari daerah asal serta tidak diketahui penerimanya di Merauke,” ujar Petugas Karantina Pertanian Merauke drh. Yayan Taufiq Hidayat disela – sela pemusnahan, Jumat (5/3).

Diterangkan Yayan, ayam diketahui memiliki penyakit pada saat masa penahanan.

“Kami mengamati kondisi fisik dan kesehatannya, kemudian kami melakukan uji laboratorium terhadap kemungkinan ayam-ayam tersebut membawa penyakit Avian Influenza (AI) dan Newcastle Disease (ND).

Hasilnya, semua ayam positif terserang penyakit ND,” ujarnya.

Pemusnahan unggas terdeteksi penyakit di Karantina Pertanian (3)

Disebutkan, penyakit ND sangat menular ke ayam atau peternakan lain. Penyakit virus yang menyebar melalui udara dan fomites tersebut dapat menginfeksi ayam dan menimbulkan kematian yang tinggi.

“Meskipun tidak bersifat zoonosis pada manusia, namun sektor peternakan akan sangat dirugikan akibat kematian ayam serta biaya yang harus ditanggung untuk pemberantasan penyakit ND,” katanya.

Ditegaskan Yayan, membawa media tumbuhan atau hewan dari luar tanpa kelengkapan dokumen jelas melanggar Peraturan Bupati Merauke Nomor 6 Tahun 2007 tentang Pemasukan unggas dan produknya ke Kabupaten Merauke. Sebab, katanya, Karantina Pertanian bertugas dalam mencegah masuk dan tersebarnya penyakit hewan maupun tumbuhan. “Mari, kita bergandengan tangan dalam menangkal penyakit berbahaya dari luar Merauke,” pesan Yayan. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *