Februari 2021, Merauke Alami Inflasi 0,46 Persen

0
Kantor BPS Kabupaten Merauke

Kantor BPS Kabupaten Merauke

Merauke, PSP – Pada Februari 2021, Kabupaten Merauke mengalami Inflasi sebesar 0,46 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Mamuju sebesar 1,12 persen dan deflasi tertinggi terjadi di Gunung Sitoli sebesar 1,55 persen. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Kepala Badan Pusat Statistik Merauke, Cendana Sri Hapsara dalam berita rilisnya, Senin (2/3/2021).

Cendana menambahkan, apabila dilihat secara nasional, dari 90 kabupaten/kota IHK di Indonesia, tercatat 56 kabupaten/kota mengalami inflasi, dan 34 kabupaten/kota mengalami deflasi.

“Pada Februari 2021 Merauke mengalami inflasi sebesar 0,46 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,48. Tingkat inflasi tersebut membuat Merauke berada di urutan ke–9 secara nasional dan urutan ke-6 secara Sulampua,” jelasnya kemarin.

Sementara itu, menurut Cendana, ada beberapa kelompok komoditas yang menjadi penyumbang terjadinya inflasi di Merauke. Diantaranya pada kelompok makanan minuman, kesehatan, restoran dan pada perawatan pribadi.

“Kelompok komoditas yang mengalami inflasi di Merauke pada Februari 2021 antara lain kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,61 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rumah tangga sebesar 0,02 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,88 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,10 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,32 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,06 persen,” sebutnya.

Sementara itu, kelompok komoditas yang mengalami deflasi terjadi pada kelompok kebutuhan dalam perumahan, pakaian alas kaki, transportasi dan olahraga.

“Kelompok komoditas yang menjadi penahan inflasi atau yang mengalami deflasi di Merauke pada Februari 2021 antara lain kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,00 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,02 persen, kelompok transportasi sebesar 1,52 persen dan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,18 persen,” tambanya.

Sedangkan pada kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan terpantau stabil. [WEND-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *