SMK Antonius Lepas 4 Tenaga Pendidik
Pendidik - pendidik SMK Santo Antonius Merauke. Foto: PSP/ERS
Merauke, PSP – SMK Santo Antonius melepas 4 orang tenaga pendidik dilingkungannya. 1 orang diantaranya merupakan pendidik dikarenakan habis masa jabatan (Purna Tugas) dan 3 orang lepas tugas.
Pihak sekolah pun memgucapkan terimakasin kepada para pendidik yang sudah berjasa mendidik para anak – nak di sekolah itu. Sekaligus, pihak sekolah memberikan sertifikat dan cendramata sebagai bentuk apresiasi kepada para pendidik.
“Guru ASN yang purna tugas 1 orang pelajaran tehnik mesin, dan 3 orang lepas tugas, guru penjas, agama dan komputer. Mereka lulus CPNS di satuan tingkat kabupaten dan akan bertugas di sekolah yang baru,” ungkap Kepala SMK Santo Antonius Hoppy Istiawan, ST, MT usai pelepasan tenaga pendidik, Jumat (18/12).
Hoppy menyebutkan, dengan adanya purna tugas dan lepas tugas di lingkungan sekolah, maka ada beberapa bidang mata pelajaran yang lowong.
“Kami sudah koordinasi dengan yayasan untuk segera mencari pengganti. Dan kami akan merekrut Guru Tidak Tetap (GTT) sesuai mata pelajaran,” tuturnya.
Dilanjutkan Hoppy, pihaknya juga tengah berkomunikasi dengan Universitas Musamus yang sudah mencetak alumni di bidang yang dibutuhkan.
Kendati demikan, Hoppy berharap pemerintah di kabupaten maupun provinsi seyogyanya bisa menempatkan pendidik berstatus ASN di sekolah swasta.
“Itu akan membantu pembiayaan beban oprasional sekolah,” harap Hoppy.
Pada kesempatan itu, Ketua Yayasan Santo Antonius Leonardus Mahuze, mengatakan bahwa purna tugas merupakan satu proses alami yang terus berjalan seiring waktu.
“Purna tugas satu proses alami yang terus berjalan sesuai dengan usia dan masa jabatannya dan tetap mengedepankan aturan yang berlaku,” kata Leo.
Hal senada diungkap Leo, bahwa perhatian pemerintah untuk menempatkan pendidik berstatus ASN di sekolah swasta diperlukan, guna mengefektivkan biaya oprasional di sekolah. “Karena sekolah swasta pun turut serta membangun SDM di Selatan Papua,” pungkas Leo. [ERS-NAL]
