Produksi Tangkap Ikan Merauke Harus Ditingkatkan
Prof. Dr. Ir. Rukhman Dahuri,M,.S
Rukhmin : Merauke masih mampu produksi 50 ribu ton pertahun
Merauke, PSP – Produksi tangkap ikan di wilayah Kabupaten Merauke dirasa perlu ditingkatkan. Mengingat potensi ikan di laut arafura dan sekitarnya mencapai 2,6 juta ton pertahun dan menjadi yang terbesar di selurub Indonesia.
Dari potensi 2,6 juta ton tersebut, Kabupaten Merauke memiliki jatah sebesar 700 ribu ton pertahun. Akan tetapi jatah maupun kuota tersebut dinilai belum mampu dicapai oleh Kabupaten Merauke yang hanya mampu mencapai 50 ribu ton pertahun atau sekitar 16 persen.
Hal iti sebagaimana disampaikan Koordinator Penasihat Menteri Kelautan Perikanan Republik Indonesia Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S usai melakukan Focus Group Discusion dengan jajaran pemerintahan Kabupaten Merauke maupun instansi vertikal terkait di Swiss-Bell Hotel, kemarin.
Menurut Rukhmin, potensi kelautan perikanan di wilayah Merauke terbilang luar biasa.
“Sangat luar biasa perikanan di sini, karena Merauke terletak di jantung WPP 178 seperti kita tau secara pengelolaan ikan nasional dibagi menjadi 11. Wilayah perikanan 178 yang terdiri dari laut arafura dan sekitarnya memiliki potensi produksi perikanan paling besar di Indonesia sekitar 2,6 juta ton pertahun,” kata Rukhmin.
Namun, kata dia, Merauke hanya masih mampu memproduksi ikan mencapai 50 ribu ton pertahun.
“Merauke sendiri jatahnya 700 ribu ton pertahun , sementara Merauke masih mampu memproduksi 50 ribu ton pertahun atau sekitar 16 persen. Atara potensi yang tersedia masih sedikit sekali kita manfaatkan,” kata Rukhmin.
Menurut dia, ruang untuk mengembangkan pembangunan dan bisnis serta investasi di bidang kelautan perikanan masih sangat terbuka lebar.
“Disini diperlukan bagaimana sektor kelautan perikanan menjadi sektor unggulan yang mampu meningkatkan kontribusi secara signifikan guna meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakar Merauke.
Kita harus meningkatkan volume produksi, baik dari perikanan tangkap budidaya dan kita juga harus meningkatkan produk olahan,” tuturnya.
Kedepannya, lanjut dia, mengingat potensi ikan di Merauke cukup besar sebisa mungkin langsung melakukan ekspor ke negara – negara luar. “Untuk ekspor tidak harus melalui Surabaya atau mutar – mutar dulu, tetapi dari Merauke bisa langsung ke negara lain seperti ke China, Hongkong, Jepang dan Korea. Itu kan lebih dekat,” tandasnya. [ERS-NAL]
