Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Masyarakat Diminta Taati Protocol Kesehatan

0
Rapid Test

Ilustrasi

Tanah Merah, PSP – Meningkatnya angka kasus Covid-19 belakangan ini, Pemda Boven Digoel meminta kepada masyarakat untuk berkomitmen perangi covid-19 secara bersama-sama.

Ketua Harian Tm Gugus Tugas percepatan penanganan covid-19Kabupaten Boven Digoel, H. Syahib mengungkapkan melihat perkembangan kasus covid-19 di Boven Digoel kini makin mengkhawatirkan. Dimana hingga saat ini, Jumlah total kasus Covid-19 Kabupaten Boven Digoel sebanyak 70 Orang. 13 Orang diantaranya sementara dirawat, 56 orang sudah sembuh dan satu orang meninggal dunia. Sementara 56 orang dalam proses pemeriksaan yang akan diambil swab test pada kamis besok.

Dikatakan H. Syahib, dari pemantauan tim gugus tugas dalam 2 minggu terakhir ini terjadi peningkatan Covid-19 yang meningkat signifikan. Sehingga diharapkan kepada seluruh warga masyarakat kabupaten Boven Digoel untuk mematuhi protocol kesehatan bila senantiasa keluar rumah menggunakan masker, jaga jarak dan biasakan cuci tangan menggunakan sabun pada air yang mengalir. Apalagi situasi saat ini kedepan masyarakat akan menghadapi suasana liburan nantinya agar menghindari kerumuman banyak orang.

“ Kabupaten Boven Digoel hingga saat ini di tetapkan sebagai zona merah, yang hanya bukan di pusat ibu kota tanah merah melainkan sudah masuk hingga pada distrik-distrik yakni Distrik Mindiptanah dan distrik Jair. Di Distrik Mindiptanah ditemukan 5 Kasus dan Distrik Jair 2 Kasus Covid-19, dari total kasus yang ada 43 persen mereka yang bukan pelaku perjalanan artinya sudah terjadi klaster local,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Ketua Pokja Kesehatan Tim Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Merauke, Dokter Yuki menyebut meningkatnya Covid-19 di Kabupaten Boven Digoel, dikarnakan sebagian besar masyarakat abai menerapkan protokol kesehatan, bahkan tidak patuh ikuti anjuran pemerintah.

Dikatakannya, dari penanganan yang pihaknya lakukan, hingga kini masih terdapat pasien positif corona tidak mau diisolasi. Tentunya sangat berpotensi menyebarkan virus tersebut pada orang lain. Hal ini masih diperparah lagi dengan banyaknya masyarakat yang rekatif rapid test namun tidak mau melakukan swab test. Tentunya tidak menutup kemungkinan dari angka kasus yang berhasil diungkap, masih banyak pasien positif yang tidak terdeteksi dan tidak melakukan isolasi.

“Langkah yang diambil kedepan ini perlu adanya tim khusus yang bertugas memaksa pasien positif corona untuk mau diisolasi, ataupun mereka yang reaktif rapid test namun menolak melakukan swab, ini yang kita hadapi di lapangan,” pungkasnya saat jumpa Pers di sekertariat Covid-19, kemarin. [VER-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *