Prajurit Yonif 125/Si’mbisa Gandeng Mahasiswa Buat Pestisida Nabati dan Pupuk Organik
Prajurit Yonif 125/Si'mbisa bersama mahasiswa Unmus mengajari warga dalam pembuatan pupuk organik.Foto: PSP/FHS
Merauke, PSP – Satgas Pamtas Yonif 125/Si’mbisa yang berada di bawah Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) Korem 174/ATW hadirkan mahasiswa fakultas pertanian Universitas Musamus (Unmus) untuk sosialisasikan pembuatan pestisida nabati dan pupuk organik kepada aparat Kampung Kuler, Distrik Naukenjerai, Kabupaten Merauke, Kamis (10/9).
Komandan Satgas Yonif 125/Si’mbisa, Letkol Inf Anjuanda Pardosi, mengungkapan upaya tersebut dilakukan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan di daerah tersebut. Sebab, di daerah itu, selain melaut warga juga banyak yang menjalankan profesi sebagai petani. Dengan demikian, diharapakan dengan pembuatan pestisida akan membantu meringankan biaya warga saat bertani, yakni biaya kost untuk membeli pupuk, sebagai makanan tanaman. Hal itu pula bertujuan dalam pemeliharaan kelestarian alam.
“Penggunaan pestisida nabati dan pupuk organik sangat besar manfaatnya. Selain aman bagi manusia, lingkungan juga tidak tercemar,” terang Dansatgas, kemarin.
Penggunaan pestisida nabati dan pupuk organik juga langsung diaplikasikan di kebun yang ada di Pos Kuler, sehingga akan lebih mudah dipahami oleh warga dengan praktek.
Lion Elepore (21) mahasiswa Fakultas Pertanian Unmus, menuturkan, bahan-bahan yang digunakan untuk membuat pestisida nabati maupun pupuk organik ini sangat mudah diperoleh dengan biaya yang relatif murah.
“Semoga sosialisasi yang kami berikan dapat bermanfaat meningkatkan hasil panen warga yang aman untuk dikonsumsi,” terangnya.
Kepala Kampung Kuler, Maria Ndiken (42) mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Satgas atas inisiatifnya mengundang mahasiswa Unmus untuk memberikan sosialisasi tersebut. “Kami mendapat pengalaman baru dalam pembuatan pestisida nabati dan pupuk organik dengan bahan yang mudah didapat. Pengalaman ini nantinya akan kami bagikan kepada masyarakat yang lainnya,” kata Maria penuh bangga. [FHS-NAL]
