13 April 2024

FPPM : Tidak ada muatan politik diaksi pemberantasan miras di boven digoel

0

Bernolfus Tingge

Tanah Merah, PSP – Ada beberapa pihak menganggap terbentuknya Forum Peduli Pemberantasan Minuman keras (FPPM) Boven Digoel ditahun politik ini bermuatan kepentingan politik. Hal itu di bantah Ketua Forum pemberantasan miras Boven Digoel Bernolfus Tingge.

Ditegaskan Bernolfus, Forum Pemberantasan miras ini, bukan forum yang berorientasi pada politik dan tidak mendukung kandidat tertentu. Namun Forum ini dibentuk atas dasar keprihatinan pemuda boven digoel terhadap masyarakat dan generasi  muda daerah ini yang perlahan hancur akibat minuman keras dan prostitusi.

Menurut Bernolfus, pada kenyataannya yang mengkonsumsi miras adalah masyarakat Orang asli papua, dan telah banyak korban akibat miras. Sementara yang berperan sebagai penjual miras adalah masyarakat non papua sehingga pemuda merasa prihatin dan membentuk forum ini guna menyelamatkan masyarakat dan generasi muda boven digoel dari pengarus miras dan prostitusi yang terkesan tidak mampu dilakukan oleh pemerintah daerah.

“Forum ini tidak ada muatan politik, ini kita prihatin dengan kita punya daerah. Hal inilah yang mendorong pemuda-pemudi untuk sama-sama menyatakan sikap menolak miras masuk di tanah sejarah Boven Digoel. Sekali lagi saya tegaskan Forum ini tidak ada muatan politik” tegasnya saat ditemui di sekertariat Forum Pemberantasan Miras Boven Digoel, kemarin.

Hal senada juga disampaikan Anggota Forum Pemberantasan miras  Boven Digoel, Orgenes Asmuruf. Menurutnya Forum yang dibentuk bukan untuk kepentingan politik, melainkan untuk membantu pemerintah daerah dan perdanya memberantas miras. Disebutkan Orgenes bahwa korban miras adalah masyarakat papua, sehingga hal ini perlu diputukan dengan menghapuas  Peredaran miras di boven digoel.

Orgenes juga menekankan kepada oknum penjual miras untuk berhenti menjual barang haram tersebut yang nota bene merugikan orang lain, usahalah dengan usaha yang positif tanpa harus meraut keuntungan dengan usaha kotor yang  dapat merugikan orang lain.

“Jadi mereka yang minum miras ini adalah korban dan dikorbankan, sedangkan mereka yang menjual ini untuk keuntungan diri sendiri. Dan bisnis miras ini bertentangan dengan peraturan daerah, artinya mereka yang menjual ini melawan pemerintah, dan bisnis ini ilegal, boleh cari makan tetapi bukan mengorbankan orang lain,”pungkasnya. [VER-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *