SMP YPK Merauke Sudah Pengambilan Nilai Tengah Semester
Kepsek SMP YPK Merauke, Markus Tipawael, S. Pd
Merauke, PSP – Sekolah Menengah Pertama (SMP) YPK Merauke melaksanakan proses pembelajaran tahun ajaran 2020/2021.
Dimana proses pembelajaran awal yang dilakukan yaitu pembelajaran tatap muka bergilir terbatas. Namun setelah berjalan 2 minggu, proses pembelajaran tatap muka bergilir terbatas harus berhenti akibat semakin meningkatnya kasus Covid-19 di kabupaten Merauke.
” Jadi bulan Juli dan Agustus itu melaksanakan tatap muka bergilir terbatas selama dua minggu. Namun karena perkembangan Covid-19 di kabupaten Merauke meningkat, maka atas instruksi dari dinas pendidikan untuk anak-anak belajar di rumah,” kata kepsek SMP YPK Merauke, Markus Tipawael, S. Pd saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, (15/10).
Untuk pembelajaran dari rumah, orang tua murid diwajibkan datang ke sekolah sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan sekolah untuk mengambil materi pembelajaran dan tugas untuk anaknya.
” Mulai dari akhir bulan Agustus sampai sekarang, siswa dari kelas tujuh sampai kelas sembilan belajar di rumah dengan setiap hari orang tua murid ambil tugas ke sekolah dan minggu depannya orang tua kumpul tugas anaknya sekaligus ambil materi pembelajaran dan tugas baru,” jelasnya.
Selain itu, SMP YPK juga telah melakukan penilaian tengah semester yang dilakukan selama satu minggu.
” Mulai dari minggu lalu kami sudah melakukan penilaian tengah semester dengan sistim yang sama, tetapi ini per hari untuk 2 bidang studi,” ucap Markus.
Markus menambahkan, melihat kondisi sekarang ini, tidak bisa memaksakan untuk mendatangkan murid ke sekolah untuk mengikuti pembelajaran di sekolah, sehingga pihaknya hanya melakukan pengambilan nilai tengah semester dengan memberikan soal kepada orang tua murid untuk nantinya diberikan kepada anaknya untuk dikerjakan di rumah. “Karena situasi dan kondisi, maka kami buat seperti itu. Kami percaya bahwa anak-anak bisa belajar di rumah dan mereka bisa mengerjakan soal-soal yang ada itu di rumah. Karena kondisi membuat sampai anak-anak tidak bisa datang ke sekolah untuk mengikuti proses tatap muka maupun penilaian tengah semester,” pungkasnya.[CR22-NAL]
