Pengelolaan Dampak Sosial di PT BIA Dibahas Bersama Pihak Terkait
Suasana pembahasan pengelolaan dampak sosial PT BIA di Hotel Halogen Merauke, kemarin.Foto: PSP/FHS
Merauke, PSP – Pertemuan para pihak setempat dalam rangka monitoring pengelolaan dampak sosial di wilayah kerja PT Bio Inti Agrindo (BIA) di Kabupaten Merauke berlangsung di Hotel Halogen Merauke, Kamis (24/5).
General PT Bio Inti Agrindo (BIA), Yanto Dawenan, menyebut pihaknya telah menunjuk Ekologika consultans guna melakukan penelitian terhadap pengelolaan dampak sosial selama 10 hari dan ada temuan maupun evaluasi. Maka diharapkan, setelah adanya disukusi kelompok dengan berbagai pihak itu, ada masukan sebagai program kerja ke depan hingga tahun 2022.
“Social impact assessment (penilian dampak lingkungan) dilakukan per dua tahun,” terang Yanto, di sela-sela pertemuan itu.
Dengan keterlibatan para pihak maupun stakeholder yang ada, bisa memberikan masukan dan bagaimana pembangunan kampung bukan hanya melibatkan PT BIA saja. Namun, diharapkan, ada satu instansi atau dinas yang bisa berkolaborsi dengan perusahaan lain. Dengan demikian, tidak terjadi tumpang tindih kegiatan di lapangan dan semua bisa dinjangkau, baik pemerintah maupun perusahaan. Terkait temuan itu, proyek tersebut sudah berjalan. Demikian juga dengan masukan atau saran dari pemerintah, hal itu menjadi masukan berharga bagi pihak perusahaan. “Perusahaan sudah berjalan delapan tahun, tentunya akan dilakukan perbaikan secara internal maupun eksternal,” pungkasnya. Pertemuan itu sendiri melibatkan unsur Pemerintah daerah, Dinas Lingkungan Hidup, BKSDA Merauke, LSM bahkan pihak terkait lainnya. Seperti diketahui, persusahaan tersebut bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit.[FHS-NAL]
