Pasokan Ditambah, Warga Merauke Masih Kesulitan Dapatkan LPG
Merauke, PSP — Meski Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku terus menambah pasokan LPG ke wilayah Merauke dan sekitarnya, masyarakat mengaku masih kesulitan mendapatkan gas elpiji.
Terbaru, pada Rabu (22/4), untuk ketiga kalinya kontainer berisi sekitar 1.900 tabung Bright Gas berbagai ukuran, yakni 12 kilogram dan 5,5 kilogram, kembali tiba di Merauke.
Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, mengatakan pihaknya terus memantau dan menjaga ketersediaan LPG melalui penjadwalan suplai secara berkala.
“Tabung baru telah tiba di Pelabuhan Merauke dan saat ini dalam proses bongkar serta didistribusikan ke titik-titik penjualan melalui dua agen yang melayani wilayah Merauke,” ujarnya.
Ia menambahkan, suplai LPG akan terus dilakukan secara bertahap hingga awal Mei mendatang, guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah tekanan distribusi akibat kondisi geopolitik global.
Menurutnya, Pertamina juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam mengawasi distribusi, termasuk melibatkan aparat penegak hukum (APH) agar penyaluran berjalan sesuai ketentuan.
“Kami berharap masyarakat tetap tenang dan membeli LPG sesuai kebutuhan, tidak perlu berlebihan karena pasokan akan terus masuk secara rutin,” katanya.
Namun di lapangan, warga mengaku kondisi masih belum membaik. Sejumlah masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil, masih kesulitan memperoleh LPG sejak Maret 2026.
Salah satunya disampaikan Irfan Nasution, pedagang makanan dan minuman di kawasan Palang Merah Indonesia (PMI) Merauke. Ia mengaku kesulitan mendapatkan gas untuk kebutuhan usahanya.
“Harga LPG 5,5 kilogram biasanya Rp140 ribu, sekarang bisa sampai Rp172 ribu. Untuk ukuran 12 kilogram, dulu sekitar Rp330 ribu, sekarang mencapai Rp430 ribu,” ungkapnya.
Ia juga menyebut ketersediaan LPG di tingkat agen masih terbatas. “Biasanya saya beli di Jalan Nusa Barong, tapi sering tidak tersedia. Kalau ramai pembeli, LPG 5,5 kilogram bisa habis dalam satu minggu,” katanya.
Selain LPG, kelangkaan juga terjadi pada minyak tanah yang kini semakin sulit ditemukan di pasaran. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. [ERS-NAL]

