Penghuni Jeruji Besi Digembleng untuk Ketrampilan Mengelas
Warga binaan Lapas Kelas II B Merauke saat mengikuti pelatihan keahlian mengelas di Bapas, kemarin. Foto: PSP/FHS
Merauke, PSP – Sebanyak 16 warga binaan Lapas Kelas II B Merauke, yang didominasi orang asli Papua diglembeng untuk keterampilan mengelas di aula Bapas Kelas II Merauke, selama 20 hari.
Plh Kepala Bapas Kelas II Merauke, Setia Marian,S.Sos mengemukakan pelatihan itu merupakan kerjasama antara Bapas sendiri dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Merauke melalui UPTD Loka Latihan Kerja Merauke. Para penghuni jeruji besi itu akan mendapat materi teori hingga praktek. Setelah selesai, mereka juga mendapat sertifikat.
“Jadi mereka teori dulu, dilanjutkan dengan praktek,” ujar Setia,di sela-sela memantau pelatihan tersebut, kemarin.
Dari pelatihan itu, mereka diharapkan memiliki kemampuan atau keahlian, yang bisa digunakan setelah keluar dari Lapas. Warga binaan sendiri cukup antusias mengikuti pelatihan yang ada. Warga binaan sangat senang kegiatan kemandirian atau ketrampilan kerja. Tahun 2021, dua kali dilakukan pelatihan di bidang yang sama.
“Mereka ingin lebih banyak kegiatan untuk mengisi waktu dan menambah ketrampilan. Setelah keluar nanti, bisa cari kerja atau membuka lapangan pekerjaan bagi diri sendiri,” terangnya.
Di tempat yang sama, Instruktur UPTD LLK Merauke, Erik J juga menyampaikan harapan yang sama. Out put dari pelatihan itu sendiri, diharapkan warga binaan bisa mempunyai skill untuk masa depan mereka, setelah tidak jadi penghuni jeruji besi lagi. “Paling tidak, mereka nantinya memiliki pengetahuan yang berguna, yakni membuat pagar, tralis ataupun yang lainnya,” tutur Juna.[FHS-NAL]
