Hingga Saat Ini Nasib 1 ABK KM MULIA 168 Belum Diketahui
AKP Okto Samosir,SH
Merauke, PSP – Hingga saat ini nasib anak buah kapal (ABK) KM MULIA 168, Yusuf Priyadi, yang mengalami musibah di perairan laut Arafura, Kamis (24/3), sekira pukul 21.30 WIT, belum diketahui.
Kapolres Merauke melalui Kasat Polairud, AKP Okto Samosir,SH, mengemukakan atas insiden tersebut, pihaknya telah memanggil perwakilan ABK yang selamat sebanyak enam orang. Hingga kini juga, pihaknya belum ada mendapat informasi, baik dari kapal-kapal yang melaut maupun pihak lainnya.
“Hasil pemeriksaan, insiden kapal terbalik, belum ditemukan tindak pidana, kuat dugaan masalah cuaca yang sangat ekstrim,” ujar AKP Samosir di kantornya, kemarin.
Kasat Polairud kembali menjelaskan, jika informasi yang diperoleh pihaknya, para ABK mengaku, waktu kejadian gelombang laut mencapai 3,5 hingga 4 meter, yang disertai angin kencang. Makanya, upaya pencarian kepada korban yang hilang juga, tak dapat dilakukan oleh kapal yang menyelamatkan ABK rekan dari korban. Jika dipaksakan, akan dikuatirkan berdampak buruk.
“Dari sisi alat keselamatan, semua lengkap kok. Saat kejadian, semua ABK memakai life jakcet, termasuk korban yang hilang,” ujarnya.
Seperti diketahui, insiden tersebut terjadi ketika kapal pancing cumi KM MULIA 168 GT 70 dihantam ombak hingga terbalik dan tenggelam di perairan Arafura, Kabupaten Merauke, Kamis (24/2), sekira pukul 21.20 Wit. Lokasi kecelakaan laut itu di posisi 09°26’000″LS-140°05’000″BT. Akibatnya, dari 18 kru kapal, satu anak buah kapal (ABK) belum ditemukan.
Dimana, ombak besar mencapai 3,5 meter menghantam kapal dari sebelah kiri dan nahkoda memerintahkan semua ABK menggunakan life jaket. Tak lama kemudian, kapal terbalik dan nahkoda memerintahkan semua kru bersatu memegang kapal.
Hanya, karena ombak besar sebagian kru terpisah. Untungnya, tidak begitu lama, berkisar 10 menit, kapal KM.BAHARI JAYA GT 70 datang menolong para kru yang hanyut dan yang masih berpegangan di kapal. (FHS-NAL)
