Sampai 12 Hari Kedepan, Stok BBM Di Merauke Aman

0
Suasanat antri BBM SPBU Parako.

Suasanat antri BBM SPBU Parako.Foto: PSP/YAND

Merauke, PSP – Unit Manager Communication & CSR Pertamina Regional Papua Maluku, Edi Mangun memberikan tanggapan terkait adanya informasi terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di beberapa daerah termasuk di kabupaten Merauke.

Edi mengatakan, ketersediaan BBM di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Merauke dipastikan aman hingga beberapa hari kedepan.

” Secara stock hari ini BBM  di Depot Merauke aman hingga 12 hari kedepan, “katanya saat dihubungi media ini melalui pesan Whatsapps, Selasa (9/11).

Dirinya juga mengungkapkan bahwa beberapa hari belakangan bahwa terjadi antrian kendaraan di SPBU yang diakibatkan oleh kurangnya BBM di SPBU.

“Kemaren kapal baru bongkar di depot dan akan ada lagi kapal di hari Sabtu, ” ungkapnya.

Dirinya juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak perlu khawatir terkait ketersediaan BBM di kabupaten Merauke karena stock BBM bagi masyarakat aman.

“Saya khawatir jangan-jangan warga mungkin kena imbas dari issue di Sorong. Infokan ke warga agar tidak usah khawatir stock didepot Pertamina sangat aman hingga 12 hari kedepan, ” pungkasnya.

Namun kondisi yang terjadi di  SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) jalan parako kabupaten Merauke  penyediaan BBM jenis pertalite dan pertamax di SPBU  belum terlalu banyak perhari  membuat konsumen SPBU banyak melakukan antrian panjang.

Saat ditemui media ini, konsumen SPBU Jalan Parako Deodatus Tamarop mengatakan, kami sebagai konsumen  sangat tergantung dengan penyediaan subsidi BBM yang disediakan oleh pemerintah, sehingga dengan penyediaan BBM ini tentu menjadi alternatif yang baik dalam membantu mobilitas perjalanan kami,”ujar Deodatus.

Jika penyediaan BBM ini terbatas atau memiliki harga yang setara dengan harga BBM di beberapa wilayah tertentu akan sangat mempengaruhi mobilitas perjalanan kami.

“Dan juga jika penyediaan BBM tidak disediakan,  maka segala aktivitas yang dilakukan tentu akan sangat lambat, dan akan mempengaruhi pendapatan ekonomi keluarga. Apalagi  wilayah kabupaten Merauke ini cukup besar, sehingga segala aktivitas pekerjaan dijangkau dengan menggunakan kendaraan baik roda dua maupun roda empat,” ujar Deodatus, Selasa (9/11/21).

Sebagai konsumen dirinya sangat berharap jika penyediaan BBM jenis pertalite dan pertamax diutamakan pada konsumen yang memang benar-benar sangat membutuhkan untuk membantu kelancaran aktivitas pekerjaan, dan juga jika ada produsen-produsen yang mengambil BBM tolong dibatasi jumlah perliternya, sehingga semua konsumen yang mengantri BBM bisa mendapatkan BBM juga.

“Harapan kami sebagai konsumen semoga BBM jenis pertalite dan pertamax ini bisa dibagi rata pada semua konsumen, sehingga semua aktivitas pekerjaan maupun aktivitas lainnya bisa berjalan dengan baik, karena BBM merupakan jantung utama dalam menghidupi mesin motor maupun mobil,” pungkasnya. [Rade/JON-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *