Hasil Karya Persatuan Petani Milenial Merauke Diapresiasi
Foto bersama Pembina Ardian Simanullang dan anggota Persatuan Petani Milenial di gudang penggilingan beras. Foto: PSP/CR1
Petani : Kehadiran Persatuan Petani Milenial Merauke menjawab keluhan dan masalah petani
Merauke, PSP – Kabupaten Merauke terpilih dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo sebagai lumbung pangan nasional pada tahun 2015. Terpilihnya Merauke sebagai lumbung pangan, membuat pemerintah dan petani terus berbenah untuk mewujudkan salah satu program nasional tersebut.
Dalam upaya mewujudkan itu, banyak kendala yang harus dilalui pemerintah Kabupaten merauke dan para petani. Kendala yang dihadapi mulai dari persoalan pupuk hingga pemasaran hasil panen petani.
Persoalan itu, yang selama ini membuat para petani ngelangsa atau harus mengelus dada. Bahkan Bulog sebagai mitra petani yang menyerap beras petani harus mengatur strategi bagaimana menyerap dan menyalurkan hasil panen padi petani Merauke.
Keluhan para petani terjawab dengan hadirnya Kelompok Persatuan Petani Milenial Merauke. November 2020, merupakan awal sejarah pembentukan dari kelompok tani dan milenial menjadi Persatuan Petani Milenial Merauke. Kelompok Tani Milenial Merauke merupakan kolaborasi yang terdiri dari Petani, mahasiswa, anak muda (milenial) yang mempunyai inovasi untuk kemajuan pertanian Merauke.
Kelompok Tani yang didirikan dan diketuai oleh Andrian Manullang ini memiliki beberapa inovasi yang mendukung kemajuan pertanian di Merauke. Diantaranya Inovasi pembuatan Pengering sebanyak 13 unit yang tersebar di wilayah Semanga, Tanah miring, Salor dan Kurik.
Pengiriman 28 kontainer menir, broken dan dedak dan melakukan MoU kerjasama dengan perusahaan tepung beras di Jawa. Selain itu, pengiriman beras 20 Kontainer/500Ton secara kontiniu ke wilayah Papua Barat dan Papua seperti Timika, Fakfak, Sorong, Biak dan jayapura.
Tidak hanya sampai disitu, Petani Milenial Merauke akan menciptakan alat pengolahan pakan ternak. Sehingga para peternak tidak perlu mendatangkan pakan ternak dari luar Merauke.
Dengan upaya yang dilakukan Petani Milenial Merauke tersebut, membawa angin segar kepada para petani Merauke. Hasil karya mereka membuat sebagian para petani merauke tersenyum karena hasil panen mereka terjual.
Petani Milenial Merauke berusaha terus melebarkan sayapnya di Merauke, mengingat masih banyak yang belum merasakan hasil karya yang diciptakannya.
Salah satu Petani Merauke, Ibu Lesme mengakui kehadiran Kelompok Persatuan Petani Milenial Merauke sangat membantu. Bukan hanya membeli beras petani, Persatuan Petani Milenial Merauke juga memberikan kami jalan keluar yang selama ini kami keluhkan yaitu memproses hasil panen agar menjadi lebih baik.
“Sebelum menyalurkan hasil panen kami ke Persatuan Petani Milenial Merauke, kami menjemur sendiri gabah kami. Untuk menjemur saja butuh tenaga dan waktu, mungkin kalau proses jemur sendiri bisa satu bulan lebih, belum lagi kita harus pikul gabahnya lagi. Belum lagi harus mengurus sawah yang mau kami tanam lagi. Dengan adanya Persatuan Petani Milenial Merauke, kami tidak perlu bersusah payah lagi mengurus hasil panen,” kata Lesme saat ditemui di kediamannya belum lama ini.
Lesme menuturkan prosesnya, dimulai dari penjemputan hasil panen disawah, lalu dikeringkan oleh alat milik mereka dan selanjutnya digiling. “Hasilnya sangat memuaskan. Selain harganya yang cukup memuaskan, hasil penggilingannya sangat baik. Hasil penggilingannya tidak banyak menir dan broken,” tutue Lesme memuji.
Tidak hanya itu, sambung Lesme, proses mulai penjemputan hingga pembayaranpun tidak terlalu lama. Tidak seperti sebelum-sebelumnya, yang membutuhkan waktu yang cukup lama. “ Sekitar dua minggu prosesnya. Kami langsung terima pembayarannya,” ujar Lesme.
Lesme menyampaikan sangat berterima kasih kepada Persatuan Petani Milenial Merauke, kehadiran Persatuan Petani Milenial Merauke menjawab keluhan dan masalah petani terutama saat panen. Sebelumnya, kami sangat kesulitan untuk proses panen gabah ini. Tetapi saat ini dari segi waktu, tenaga dan biaya kami sebagai petani sangat terbantu.
Sementara itu, Kepala distrik Tanah Miring, Rifky K. Firmansyah mengucapkan terima kasih kepada Petani Minelial, karena kehadiran petani milenial mampu membantu petani dengan menyediakan pasar bagi petani di Tanah Miring.
“Hal – hal seperti ini yang sebenarnya sangat diperlukan oleh petani dengan menyediakan pasar. namun ia meminta untuk kedepannya tentu harus diperhatikan juga, jangan hanya bergantung pada salah satu saja, tetapi harus diutamakan untuk mentransfer pengetahuan kepada petani,” kata dia.
Oleh karena itu yang bekerja di pabrik – pabrik seperti ini harusnya masyarakat Tanah Miring, sehingga masyarakat tahu, cara mengolah gabah dengan mesin ini.
“Mesin itu berhasil menghasilkan berasnya yang bagus seperti ini, sehingga masyarakat juga mendapatkan ilmu,” ujaranya Firmansyah saat diwawancara di ruang kerjanya, Senin (23/8/21).
Ia juga menambahkan, hal ini tentu sangat di apresiasi oleh pihak distrik, karena petani milenial sendiri mampu mengambil hasil panen dari petani dan mampu menyediakan pasar bagi petani, sehingga pihak distrik sendiri berharap petani harus mampu menjaga kualitas hasil panen yang baik.
Pihak distrik juga berharap untuk menjaga kualitas beras yang baik bagi petani tentu ini membutuhkan kerja dari semua pihak baik dari pertanian, ketahanan pangan, perbankan dan swasta, dan juga petani harus mempunyai kemauan dalam menjaga kualitas beras yang baik.
Sementara itu, Kepala Kampung Sumber Harapan mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Persatuan Petani Milenial yang sudah banyak membantu masyarakat terutama petani di distrik tanah miring kabupaten merauke.
Kelapa Kampung Sumber Harapan Husin Rois menyampaikan, persatuan petani milenial yang berbeda dikampung sumber harapan tentu banyak membantu petani dalam proses pengolahan padi, panen dan mampu memasarkan keluar kabupaten merauke, oleh karena itu sebagai kepala kampung mewakili masyarakat tentu mengucapkan terima kasih dan salut atas kontribusinya kepada petani.
“Dalam pelayanan persatuan petani milenial sendiri kepada petani dikampung sumber harapan sendiri sangat baik dan sangat membantu petani, sehingga semua kegiatan dari pihak kampung dan persatuan petani milenial tentu kami selalu saling melakukan koordinasi,” ucapnya Rois saat diwawancara diruang kerjanya, Senin (23/8/21).
Ia juga menambahkan, mewakili masyarakat kampung sumber harapan distrik tanah miring tentu diharapkan untuk persatuan petani milenial harus terus dan benar – benar membantu masyarakat khususnya petani, baik yang berskala besar dan berskala kecil, pungkas. [CR1/NAL]
