Soal Peristiwa Berdarah di Korowai Safanpo: Jika ada jaminan dari pihak aparat keamanan petugas kesehatan akan didistribusi kembali Merauke, PSP – Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, menegaskan distribusi kembali tenaga kesehatan ke wilayah pelayanan di 4 Puskesmas paska peristiwa berdarah di Bandara Korowai akan dilakukan setelah situasi keamanan dinyatakan kondusif. Penegasan itu disampaikan menyusul peristiwa penembakan terhadap pilot dan co-pilot Smart Air di Bandara Korowai beberapa waktu lalu. “Nanti jika situasi keamanan sudah kondusif kembali dan ada jaminan keamanan dari pihak aparat, maka kita akan melakukan distribusi kembali petugas ke daerah pelayanan masing-masing,” tegas Safanpo kepada wartawan di Gedung Negara, Rabu (4/3). Ia mengungkapkan, dari 31 tenaga kesehatan di Yaniruma, sebanyak 29 orang telah ditarik, sementara dua orang masih bertahan karena merupakan orang asli setempat. Keduanya diharapkan tetap dapat memberikan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat. Safanpo juga menyebut Puskesmas Kombay saat ini dalam kondisi kosong. Penarikan dilakukan semata-mata mempertimbangkan keselamatan jiwa para tenaga kesehatan. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Selatan, dr. Herlina, MARS, menyatakan sebanyak 81 tenaga kesehatan dari empat puskesmas yakni Yaniruma, Firiwage, Kombay, dan Manggelum saat ini berada di Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel. “Total 81 tenaga kesehatan sudah dievakuasi ke Tanah Merah. Sampai hari ini mereka berada di sana,” ujarnya. Menurut Herlina, sebanyak 12 petugas kesehatan masih bertahan di lokasi masing-masing, terdiri dari perawat dan tenaga kesehatan lainnya, untuk memastikan pelayanan dasar tetap berjalan. Ia menambahkan, 81 tenaga kesehatan yang dievakuasi sementara waktu diperbantukan di Puskesmas Tanah Merah dan RSUD Tanah Merah agar tetap menjalankan tugas, baik sebagai ASN maupun tenaga kontrak. “Di Puskesmas Kombay memang kosong, tetapi kami pikir ada TNI dan Polri di sana dan obat-obatan masih tersedia,” jelasnya. Pemerintah Provinsi Papua Selatan memastikan langkah penarikan bersifat sementara hingga situasi keamanan di wilayah tersebut benar-benar dinyatakan aman. [ERS-NAL]