Tragedi Berdarah di Bandara Koroway, Pelayanan Puskesmas Yaniruma Lumpuh

0

Merauke, PSP – Tragedi berdarah di Bandara Koroway, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Selasa (11/2/2026), berdampak langsung pada lumpuhnya pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.

Puskesmas Yaniruma dilaporkan tidak beroperasi pasca penembakan yang menewaskan pilot dan co-pilot pesawat Smart Air.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Selatan, dr. Herlina Rahangiar, MARS, saat dikonfirmasi Kamis (12/2) pukul 15.35 WIT membenarkan kondisi tersebut.

“Iya, pelayanan Puskesmas Yaniruma tidak berjalan. Sebanyak 12 tenaga kesehatan sudah dievakuasi dari sana menuju Kepi dan selanjutnya ke Tanah Merah,” ujar Herlina.

Ia menjelaskan, evakuasi dilakukan demi keselamatan tenaga kesehatan menyusul situasi keamanan yang belum kondusif pasca insiden penembakan yang diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Meski demikian, masih terdapat tiga tenaga kesehatan yang tetap berada di Yaniruma. Ketiganya merupakan anak asli setempat.

“Masih ada tiga nakes di Yaniruma, mereka anak asli Yaniruma,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Papua Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Boven Digoel dan Mappi disebut telah melakukan koordinasi untuk memberikan perhatian dan langkah penanganan terhadap para tenaga kesehatan terdampak.

“Kami lakukan koordinasi baik ke Pemda Boven Digoel maupun Mappi,” pungkas Herlina.

Seperti diketahui, aksi penembakan terjadi terhadap pesawat Smart Air yang mengangkut 11 orang di Bandara Koroway. Dalam insiden tersebut, pilot dan co-pilot dilaporkan meninggal dunia akibat tembakan. Hingga berita ini diturunkan, situasi keamanan di sekitar Bandara Koroway dan Distrik Yaniruma masih dalam pengawasan aparat. [ERS-NAL]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *