Budidaya Tanaman Porang Terkendala Alat dan Bibit
Sunarto, salah satu petani Porang di Kampung Marga Mulya.
Merauke, PSP – Tanaman Porang digadan-gadang menjadi salah satu komoditas unggulan di sektor pertanian yang memiliki nilai jual yang tinggi. Hal tersebut membuat beberapa petani di Merauke mulai beralih menaman tanaman Porang tersebut, salah satunya Sunarto, Petani yang berada di Kampung Marga Mulya.
Sunarto mulai menanam tanaman Porang tersebut pada tahun 2021 lalu, dimana sejauh ini tanaman Porang sangat cocok di budidayakan di wilayah Merauke.
“ Untuk Merauke sebenarnya Tanaman Poran prospeknya bagus, artinya perkembangan dan pertumbuhannya juga lumayan bagus, karena kami sudah melakukan budidaya dari tahun kemarin jadi dari budidaya biji yang kecil buah katanya itu dengan bunga Sporanya, tahun kemarin saya sudah panen menjadi umbi. Sekarang umbi itu kita tanam lagi sehingga ketika kita sudah menanam berbentuk umbi, ini sudah nampak sekali lumayan bagus, artinya kondisi tanahnya sangat cocok,” terangnya kepada media ini melalui sambungan telepon, Sabu (29/1/2022).
Dirinya juga mengatakan, meskipun telah melakukan panen pada tahun 2021, hasil panen yang didapat belum diperjual belikan karena masih untuk memenuhi kebutuhan petani dalam hal budidaya tanaman Porang tersebut karena harga untuk bibit tanaman Porang tersebut terbilang cukup mahal bagi petani.
“ Untuk menjualnya belum karena memang kelompok kami masih kekurangan bibit sehingga kami masih budidaya. Karena memang untuk pengadaan bibitnya sangat sulit dan cukup mahal, pengadaan bibitnya karena terlalu mahal, karena buah Kataknya itu 1 kilonya 250 Ribu,” ungkapnya.
Disinggung mengenai ketersedian pasar untuk menjual hasi panen Tanaman Porang tersebut, Sunarto mengatakan bahwa untuk memasarkan hasil panen tersebut dilakukan oleh kelompok Petani Penggiat Porang Nusantara (P3N).
“ Untuk penjualannya karena sudah terbetuk P3N, ini sudah ada yang memasarkan dan pasarnya ada,” jelasnya.
Lebih lanjut mengenai kendala yang dihadapi saat ini, Sunarto mengungkapkan bahwa kendala yang dirasakan petani selain bibit tanaman Porang yang mahal juga peralatan budidaya yang belum dimiliki oleh petani.
Untuk itu, dirinya berharap kepada pemerintah untuk bisa memperhatikan para petani Porang dengan memberikan bantuan berupa peralatan untuk menunjang budidaya tanaman Porang tersebut.
“ Saya berharap kepada Pemerintah daerah, provinsi maupun pusat untuk dapat memperhatikan petani Porang yang ada di Papua terutama yang ada di kabupaten Merauke, kemudian campur tangan untuk memberikan bantuan peralatan yang dibutuhkan dan pengadaan bibit, mudah-mudahan saya berharap pemerintah dapat hadir,” pungkasnya.[JON-NAL]
