25 Oktober 2021

Papua Selatan Pos

Berita harian pagi Papua Selatan Pos

Curi Pupuk, Empat Karyawan Ditahan Polisi

AKP Agus F. Pombos

Merauke, PSP – Kepolisian Resor Merauke melalui Satuan Reskrim Polres Merauke saat ini tengah menangani kasus pencurian di salah satu perusahaan kelapa sawit yang ada di Merauke yang melibatkan karyawan perusahaan sebagai tersangka.

Kapolres Merauke, AKBP Untung Sangaji melalui Kasat Reskrim Polres Merauke, AKP Agus F. Pombos mengatakan bahwa kasus pencurian tersebut terjadi pada awal bulan Oktober ini. Dimana kejadian tersebut berhasil diketahui, karena pada saat pelaku melancarkan aksinya, kebetulan anggota Brimob yang bertugas di sekitaran perusahaan tengah melakukan patroli.

“ Jadi mereka ini melakukan pencurian terhadap pupuk-pupuk yang sudah dilatekan, sudah ditaro untuk penanaman bibit. Jadi waktu mereka pengambilan pupuk itu ada patroli dari anggota Brimob dan ketahui ada itu lalu di tangkap,” kata Kasat Reskrim saat ditemui Papua Selatan Pos di Polres Merauke, Rabu (13/10).

Kasat reskrim menjelaskan, pihaknya berhasil mengamankan 4 pelaku pencurian pupuk tersebut dan saat ini telah ditahan di Mapolres Merauke.

“ Mereka ada 4 orang berkerjasama, ada 2 yang mandor dan 2 yang baru pekerja. Empat tersangkas ditahan di Polres Merauke,” jelasnya.

Menurut keterangan pelaku, lanjut Kasat Reskrim, mereka baru pertama kali melakukan pencurian tersebut dan rencananya hasil curian tersebut akan dijual kembali.

“ Sekitar 6 karung, dari keterangan pelaku mereka mau jual lagi tapi belum tau penjualnya dimana. Dari pengakuan mereke, mereka baru satu kali (melakukan Pencurian), kita masih melakukan pengembangan” lanjutnya.

Hingga saat ini, keempat pelaku masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut dan akibat perbuatannya tersebut keempat pelaku terancam hukuman 7 tahun penjara.

“ Prosesnya kita sudah melakukan penahanan, ini sudah masuk tahap sidik tinggal kita menunggu petunjuk dari Jaksa, kita sudah kirim berkas. Empat tersangkas ditahan di Polres Merauke. Ancaman hukuman 7 tahun penjara, kita kenakan pasal 363,” pungkasnya. [JON-NAL]

error: Content is protected !!