25 Oktober 2021

Papua Selatan Pos

Berita harian pagi Papua Selatan Pos

KONI : Kalau Tidak Puas Ada Mekanismenya

Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman

Merauke, PSP – Kericuhan sempat terjadi pada gelaran PON Papua pada cabang olahraga (Cabor) gulat. Kejadian tersebut tentu sangat disayangkan. Maka itu, Ketua Umum Koni Pusat, Marciano Norman menegaskan bahwa seyogianya seluruh hasil keputusan dalam pertandingan, disikapi dengan mengikuti seluruh mekanisme yang telah ditetapkan.

Ia menyayangkan atas terjadinya kericuhan dalam pertandingan partai semifinal gulat antara Papua melawan Kalimantan Selatan. Di mana tim gulat Papua merasa tidak puas atas keputusan juri yang dinilai tidak adil.

“Semua dalam pertandingan olahraga, kalau kita tidak puas itu ada mekanismenya. Silahkan mengajukan keberatan kepada dewan hakim, untuk menjadikan penilaian. Jadi bukan berarti kalau ada yang tidak puas, terus kita bertindak sesuai dengan keinginan kita masing-masing,” terangnya di Media Center Subda PON Merauke, Selasa (12/10).

Sementara itu, Pengurus Pusat Persatuan Gulat Seluruh Indonesia, Gusti Randa dalam kesempatan sebelumnya telah meminta maaf atas insiden kericuhan yang teradi.

“Teman-teman (Gulat Papua) akan melanjutkan persoalan itu ke BAORI, saya kira itu langkah yang tepat, agar tetap pertandingan berjalan,” terangnya di gor Hiad Sai, Senin (11/10) malam.

Gusti menuturkan  saat ini pertandingan gulat tetap dilanjutkan hingga babak final. Persoalan ini menurutnya akan menjadi catatan penting dalam even-even pertandingan selanjutnya. 

“Saya berterima kasih kepada panitia, kemanan, kapolres dan jajarannya dan tentu juga masyarakat dan penonton yang akhirnya pertandingan dapat dilanjutkan sampai akhir perebutan juara satu dan dua,” pungkasnya. [WEND-NAL] 

error: Content is protected !!